Yusri Kasim Ikuti TOT BPIP, Teguhkan Komitmen Kebangsaan

  • 07 Jul 2025 17:40 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN LHokseumawe : Tokoh muda Aceh dan Sekretaris Umum DPD IKAL Lemhannas Aceh, Yusri Kasim, resmi mengikuti Training of Trainers (TOT) Pengajar Utama Pancasila yang diselenggarakan oleh Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) Republik Indonesia di Jakarta. Program ini bertujuan mencetak kader pengajar utama Pancasila yang mampu menjadi penggerak penguatan ideologi bangsa di tengah masyarakat.

Kepada Media Nasional RRI, Yusri Kasim mengatakan keikutsertaannya dalam kegiatan strategis ini merupakan wujud nyata komitmennya dalam mendiseminasikan nilai-nilai Pancasila secara kontekstual, terutama di daerah-daerah yang memiliki keunikan sosial dan budaya seperti Aceh.

“TOT ini bukan hanya soal transfer pengetahuan, tetapi bagaimana membentuk paradigma baru dalam melihat Pancasila sebagai ideologi yang hidup, membumi, dan berdialog dengan dinamika zaman,” ujar Yusri.

Dalam keterangannya, Yusri menegaskan bahwa penting bagi setiap elemen bangsa, terutama generasi muda, untuk menjadikan Pancasila sebagai landasan berpikir, bersikap, dan bertindak. Ia menilai bahwa revitalisasi ideologi Pancasila harus dilakukan dengan pendekatan yang lebih santun, edukatif, dan terbuka terhadap perbedaan.

“Sebagai anak bangsa, saya merasa memiliki tanggung jawab moral dan intelektual untuk menyuarakan nilai-nilai kebangsaan di tengah situasi yang kerap diwarnai polarisasi identitas. Pancasila adalah titik temu, bukan titik beda. Ia menyatukan kita tanpa harus menyeragamkan,” tutur kandidat doktor bidang Ketahanan Nasional itu.

Lebih jauh, Yusri menilai bahwa tantangan kebangsaan saat ini tidak cukup dijawab dengan narasi simbolik, tetapi membutuhkan pendekatan praksis yang melibatkan masyarakat secara partisipatif.

“Kita tidak bisa hanya berbicara tentang Pancasila dari balik podium atau ruang seminar. Kita harus turun ke komunitas, ke sekolah, ke pesantren, ke ruang-ruang diskusi anak muda. Di situlah sesungguhnya Pancasila diuji dan dihidupkan,” tegasnya.

TOT Pengajar Utama Pancasila ini menghadirkan para narasumber nasional yang berkompeten di bidang ideologi, pendidikan kebangsaan, komunikasi publik, dan metodologi pengajaran. Materi yang diberikan mencakup pemantapan pemahaman dasar-dasar Pancasila, pendekatan kultural dalam penyampaian ideologi, serta strategi membangun ketahanan ideologi di era digital.

Bagi Yusri, kegiatan ini adalah langkah awal dari peran yang lebih besar, “Saya ingin menjadi bagian dari generasi yang tidak hanya mewarisi Pancasila, tetapi juga memperjuangkannya dengan cara yang cerdas, damai, dan membangun. Ini bukan sekadar pelatihan, ini medan perjuangan moral dan kebangsaan,” pungkasnya.

Para peserta yang telah lolos seleksi, termasuk Yusri, akan menjadi mitra strategis BPIP dalam menyelenggarakan pembinaan ideologi Pancasila di daerah masing-masing. Melalui TOT ini, BPIP berharap terbentuknya jejaring pengajar utama yang militan secara intelektual, moderat secara sikap, dan humanis dalam pendekatan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....