Sabar Dalam Ketaatan dan Sabar Menghindari Maksiat
- 14 Des 2025 10:45 WIB
- Lhokseumawe
KBRN,Lhokseumawe : Dalam Program Mutiara Pagi RRI Prosatu Lhokseumawe edisi Sabtu (13/12/2025) kemarin, Ustadz Khairunnasri menyampaikan beberapa level kesabaran seseorang yaitu sabar dalam ketaatan dan sabar dalam menghindari maksiat.
Sabar dalam ketaatan adalah pilihan-pilihan yang dihadapkan pada seseorang ketika ia sedang menjalankan ibadah. Misalnya seperti ketika sedang shalat, ia dihadapkan pada situasi apakah bisa menahan diri untuk tidak memikirkan hal-hal di luar shalatnya, apakah ia tetap bisa khusyu.
Lalu misalnya seseorang lebih memilih shalat di rumah atau pergi melangkahkan kaki shalat berjamaah ke mesjid. Pilihan-pilihan tersebut menunjukkan peningkatan level ketaatan yang lebih tinggi dari biasanya dan tidak semua orang sanggup melakukannya.
Perbedaan sabar dalam ketaatan dan dalam maksiat adalah jika sabar dalam ketaatan dikerjakan dengan semampunya, tapi sabar menghindari maksiat dikerjakan dengan sekuat tenaga. Hal demikian dikarenakan level sabar menghindari maksiat lebih berat, karena godaan melakukan maksiat jauh lebih hebat.
Diantara beberapa contoh maksiat ringan yang tanpa sadar kerap dilakukan adalah tidak sempurna dalam menutup aurat (bagi perempuan) dan bagi laki-laki tidak menunaikan ibadah shalat jumat. Kedua hal ini merupakan contoh tidak adanya kesabaran dalam diri manusia dalam menghindari godaan terhadap maksiat.
Dalam program berjudul "Dua Pola Keseimbangan Hidup" itu Ustadz Khairun menggarisbawahi bahwa akan disempurnakan pahala tanpa batas bagi orang yang bersabar dalam ketaataannya dan bersabar dari maksiat.
Di akhir tausiahnya, Ustadz Khairunnasri juga berpesan agar kita senantiasa menahan diri dari segala kemaksiatan dengan cara mengingat Allah dimanapun dan kapanpun.
"Kita harus tau bahwa ada yang melihat kita berbuat dosa yaitu Allah, maka hindarilah perbuatan maksiat," pesan Ustadz Khairun.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....