Kue Bhoi Aceh, Bolu Kering Manis Tradisional
- 15 Okt 2025 20:46 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe: Provinsi Aceh tidak hanya terkenal dengan keindahan alam dan budaya Islam yang kuat, tetapi juga dengan kekayaan kuliner tradisionalnya yang masih terjaga hingga kini. Salah satu kuliner legendaris yang mencerminkan kehangatan dan kearifan lokal masyarakat Aceh adalah Kue Bhoi. Kue ini merupakan sejenis bolu kering yang sudah dikenal luas sebagai oleh-oleh khas daerah dan memiliki nilai sejarah yang panjang dalam kehidupan masyarakat.
Kue Bhoi tidak hanya sekadar makanan ringan, melainkan juga bagian dari identitas budaya Aceh. Kue ini sering disajikan dalam berbagai acara adat seperti pernikahan, khitanan, hingga upacara kelahiran anak. Di banyak rumah masyarakat Aceh, Kue Bhoi menjadi simbol keramahan—kue yang selalu hadir untuk menyambut tamu dengan secangkir kopi atau teh hangat.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Aceh, Kue Bhoi dibuat dari bahan-bahan sederhana seperti tepung terigu, gula pasir, telur ayam, dan vanili. Namun, rahasia kelezatannya terletak pada cara pengolahan tradisionalnya, yakni dipanggang menggunakan api langsung tanpa oven listrik modern. Teknik ini membuat bagian luar kue terasa renyah sementara bagian dalamnya lembut dan manis dengan aroma khas bolu panggang yang menggugah selera.
Warna kuning keemasan hingga kecoklatan yang dihasilkan dari proses pemanggangan memberikan kesan hangat dan autentik. Tidak hanya itu, bentuk Kue Bhoi juga sangat menarik. Menurut hasil penelitian dalam Jurnal Universitas Syiah Kuala berjudul “Peningkatan Kualitas Produk dan Pemasaran Kue Bhoi Sebagai Kue Tradisional Aceh” oleh Sulastri dkk, kue ini memiliki beragam bentuk unik seperti ikan, bunga, bintang, dan hewan lainnya. Variasi bentuk tersebut tidak hanya menambah nilai estetika, tetapi juga melambangkan kreativitas para pengrajin kue tradisional Aceh.
Keberadaan Kue Bhoi hingga saat ini menunjukkan bahwa kuliner tradisional tetap mampu bertahan di tengah maraknya makanan modern. Di pasar-pasar tradisional Aceh, Kue Bhoi masih mudah dijumpai dengan harga yang terjangkau. Banyak pula pengrajin rumahan yang memproduksinya dalam skala kecil untuk dijual sebagai oleh-oleh khas daerah. Beberapa bahkan mulai berinovasi dengan kemasan modern seperti standing pouch transparan dan label menarik, agar tampil lebih higienis dan berdaya saing di pasar oleh-oleh nusantara.
Proses pembuatan Kue Bhoi sendiri cukup mudah dilakukan di rumah. Langkah pertama adalah mengocok telur dan gula pasir hingga mengembang, kemudian menambahkan tepung terigu dan soda kue hingga tercampur rata. Adonan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam cetakan berbentuk bunga atau ikan yang telah diolesi mentega. Setelah itu, adonan dipanggang hingga berwarna kuning kecoklatan dan mengering sempurna. Kue yang telah matang dikeluarkan dan didinginkan sebelum disajikan atau dikemas.
Hasilnya adalah kue bolu kering bertekstur lembut di dalam dan garing di luar, dengan rasa manis yang pas di lidah. Tak heran jika banyak wisatawan yang menjadikan Kue Bhoi sebagai oleh-oleh wajib setelah berkunjung ke Aceh. Selain rasanya yang lezat, nilai tradisi yang terkandung di dalamnya juga menjadi daya tarik tersendiri.
Kini, upaya pelestarian dan pengembangan Kue Bhoi terus dilakukan oleh berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah dan pelaku UMKM. Melalui pelatihan dan pembinaan, para pengrajin kue diajak untuk menjaga cita rasa asli sambil meningkatkan kualitas kemasan dan pemasaran agar lebih kompetitif di era digital.
Dengan cita rasa klasik yang tak lekang oleh waktu, Kue Bhoi menjadi simbol warisan kuliner Aceh yang menggambarkan kelembutan rasa dan kekayaan budaya lokal. Di setiap gigitan, tersimpan sejarah dan kebanggaan masyarakat yang terus menjaga tradisi dari generasi ke generasi.
Jadi, jika Anda berkesempatan berkunjung ke Tanah Rencong, jangan lewatkan untuk mencicipi Kue Bhoi — kue sederhana namun sarat makna yang menghadirkan manisnya kenangan dari ujung barat Indonesia.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....