Jangan Langsung Dimasak, Ini Alasan Jengkol Perlu Direndam
- 13 Sep 2026 14:48 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Jengkol merupakan salah satu bahan pangan yang cukup populer di Indonesia, termasuk dalam berbagai masakan khas Nusantara. Biji jengkol dapat diolah menjadi semur, sambal, rendang, hingga jengkol balado. Namun, sebelum dimasak, jengkol umumnya perlu melalui tahap persiapan, salah satunya dengan merendamnya terlebih dahulu. Langkah sederhana ini kerap dilakukan untuk membantu mengurangi aroma khas jengkol yang cukup kuat sekaligus membuat teksturnya lebih mudah diolah.
Perendaman jengkol dilakukan dengan merendam biji yang telah dikupas dalam air selama beberapa jam atau semalaman. Air rendaman sebaiknya diganti secara berkala, terutama apabila jengkol direndam dalam waktu cukup lama. Proses tersebut membantu melarutkan sebagian senyawa yang mudah larut dalam air sehingga aroma dan rasa khas jengkol dapat menjadi lebih ringan. Setelah selesai direndam, jengkol kemudian dapat dibilas dengan air bersih sebelum masuk ke tahap perebusan atau pemasakan.
Selain berkaitan dengan aroma, perendaman juga dapat membantu mempersiapkan tekstur jengkol sebelum dimasak. Jengkol yang telah direndam kemudian direbus hingga empuk sehingga lebih mudah diolah menjadi berbagai hidangan. Tahapan ini juga membuat bumbu lebih mudah meresap ketika jengkol dimasak lebih lanjut. Meski demikian, lama perendaman dan perebusan dapat disesuaikan dengan kondisi jengkol karena ukuran, tingkat kematangan, dan kesegarannya dapat memengaruhi tekstur akhir.
Jengkol memiliki senyawa khas bernama asam jengkolat yang secara alami terdapat pada biji jengkol. Dalam jumlah tertentu, senyawa tersebut dapat berhubungan dengan kondisi yang dikenal sebagai jengkolisme, yaitu gangguan akibat kristal asam jengkolat yang dapat mengendap pada saluran kemih. Karena itu, pengolahan jengkol tidak dapat dianggap sebagai cara untuk menghilangkan seluruh risiko tersebut. Perendaman dan perebusan lebih tepat dipandang sebagai bagian dari pengolahan pangan untuk meningkatkan karakteristik jengkol, bukan sebagai jaminan bahwa kandungan asam jengkolat akan hilang sepenuhnya.
Untuk mengolahnya, jengkol dapat dikupas terlebih dahulu, kemudian direndam menggunakan air bersih. Setelah itu, jengkol dicuci kembali dan direbus sampai teksturnya cukup lunak sebelum dimasak bersama bumbu. Penggunaan air bersih serta kebersihan peralatan juga perlu diperhatikan selama proses pengolahan. Bagi orang yang memiliki riwayat masalah ginjal atau saluran kemih, konsumsi jengkol sebaiknya lebih diperhatikan dan tidak dilakukan secara berlebihan.
Dengan demikian, merendam jengkol sebelum dimasak bukan sekadar kebiasaan turun-temurun tanpa tujuan. Tahap tersebut dapat membantu mengurangi aroma yang terlalu kuat dan mempersiapkan jengkol agar lebih mudah diolah. Namun, masyarakat tetap perlu memahami bahwa pengolahan tidak sepenuhnya menghilangkan asam jengkolat. Mengonsumsi jengkol dalam jumlah wajar, mengolahnya dengan benar, serta memperhatikan kondisi kesehatan merupakan langkah yang lebih bijak agar makanan bercita rasa khas ini tetap dapat dinikmati.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....