Menkes Ingatkan Bahaya Makan Berlebihan saat Lebaran

  • 23 Mar 2026 14:49 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengimbau masyarakat untuk lebih bijak dalam mengonsumsi hidangan khas Lebaran. Ia menyoroti kebiasaan makan berlebihan setelah menjalani puasa selama bulan Ramadan yang kerap memicu gangguan kesehatan.

Dalam pernyataannya, Budi mengingatkan bahwa euforia hari raya sering membuat seseorang “balas dendam” dengan menyantap berbagai makanan bersantan secara berlebihan. Padahal, pola makan seperti ini justru berisiko menimbulkan masalah kesehatan jika tidak dikendalikan.

Hidangan seperti opor ayam, rendang, hingga lontong sayur memang menjadi menu favorit saat Lebaran. Namun, makanan tersebut umumnya mengandung lemak jenuh tinggi, terutama jika santan dipanaskan berulang kali, sehingga dapat membebani kerja tubuh.

Menurutnya, lonjakan pasien di fasilitas kesehatan setelah Lebaran bukanlah hal baru. Kondisi ini kerap dikaitkan dengan pola konsumsi yang tidak terkontrol selama masa libur, terutama akibat asupan lemak dan kalori berlebih.

Untuk itu, masyarakat diimbau tetap menikmati makanan Lebaran dengan porsi yang wajar. Budi menyarankan agar konsumsi kuah santan dibatasi, sementara lauk seperti daging dan ayam tetap boleh dikonsumsi dalam jumlah yang seimbang.

Selain itu, ia juga menekankan pentingnya mengatur porsi karbohidrat seperti ketupat agar tidak berlebihan. Penambahan sumber protein lain, seperti telur, dinilai dapat membantu menjaga keseimbangan nutrisi tubuh.

Melalui pesan ini, Kementerian Kesehatan Republik Indonesia berharap masyarakat tetap menjaga pola makan sehat selama Lebaran. Perayaan hari kemenangan seharusnya tidak mengorbankan kesehatan, melainkan menjadi momentum untuk hidup lebih seimbang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....