Nasi Ulam Manten Melayu Sarat Makna Adat

  • 22 Jan 2026 21:58 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID,Medan - Tradisi Nasi Ulam Manten Melayu kembali menjadi sorotan dalam prosesi pernikahan adat Melayu yang dilaksanakan oleh pengantin Melayu dari Tanjung Morawa (Tamora), sebuah kecamatan di Kabupaten Deli Serdang, Provinsi Sumatera Utara.

Nasi Ulam Pengantin Adat Melayu

Hidangan yang dikenal sebagai Nasi Hadap-Hadapan ini menyatukan pengantin baru dalam satu piring besar berisi nasi ulam sering berupa nasi lemak atau nasi minyak lengkap dengan lauk kaya rempah, hiasan bunga, dan manisan, sebagai simbol kebersamaan dan kasih sayang.

Tak sekadar santapan, prosesi ini sarat makna filosofis. Permainan simbolik seperti mencabut bunga dan ayam yang tersembunyi di bawah nasi menjadi doa agar rumah tangga pengantin senantiasa harmonis, rezekinya melimpah, serta mampu menghadapi setiap dinamika kehidupan dengan penuh kebersamaan.

Hidangan Kue Nasi Ulam

Misnah yang akrab disapa Uteh Mis menuturkan, tradisi makan Nasi Ulam tetap dilestarikan dalam setiap acara pengantin Melayu meski memiliki ragam adat di tiap daerah. “Lain lubuk lain ikannya, lain tempat lain pula adatnya,” ujarnya, menegaskan kekayaan budaya Melayu yang hidup dan diwariskan lintas generasi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....