Pulut Ketan Hijau & Teh Tarik, Harmoni di Sore Hari
- 22 Jan 2026 21:44 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pulut ketan hijau dan teh tarik menjadi salah satu kombinasi kuliner tradisional yang semakin digemari masyarakat, khususnya saat menikmati waktu sore hari. Perpaduan rasa manis, gurih, dan aroma khas dari kedua sajian ini menghadirkan pengalaman bersantap yang sederhana namun berkesan. Tidak hanya sekadar pengganjal lapar, pulut ketan hijau dan teh tarik juga merepresentasikan kekayaan kuliner lokal yang masih bertahan hingga kini.
Pulut ketan hijau dikenal sebagai olahan berbahan dasar beras ketan yang dimasak dengan santan dan diberi pewarna alami dari daun pandan atau daun suji. Proses memasaknya membutuhkan ketelatenan agar teksturnya pulen, lembut, dan tidak terlalu lembek. Rasa gurih dari santan berpadu dengan aroma pandan yang harum menjadikan pulut ketan hijau memiliki cita rasa khas yang sulit ditandingi oleh kudapan modern. Biasanya, pulut ketan hijau disajikan dengan taburan kelapa parut atau tambahan gula merah cair untuk menambah sensasi manis alami.
Sementara itu, teh tarik merupakan minuman berbasis teh yang dicampur susu kental manis dan diolah dengan teknik “ditarik” berulang kali. Teknik ini tidak hanya berfungsi untuk mencampurkan teh dan susu secara merata, tetapi juga menghasilkan buih halus di permukaan minuman. Teh tarik memiliki rasa manis dan creamy dengan aroma teh yang kuat, sehingga sangat cocok dinikmati dalam keadaan hangat, terutama pada sore hari ketika tubuh mulai merasa lelah setelah beraktivitas.
Kombinasi pulut ketan hijau dan teh tarik sering dijumpai di warung tradisional, kedai kopi, hingga pasar sore. Banyak penikmat kuliner menilai bahwa pulut ketan hijau yang mengenyangkan sangat pas dipadukan dengan teh tarik yang hangat dan menyegarkan. Sensasi gurih dan legit dari ketan mampu menyeimbangkan rasa manis teh tarik, menciptakan harmoni rasa yang membuat siapa pun ingin menikmatinya secara perlahan.
Selain dari sisi rasa, kedua sajian ini juga memiliki nilai budaya yang kuat. Pulut ketan hijau kerap disajikan dalam berbagai acara tradisional dan keluarga, sedangkan teh tarik telah lama menjadi bagian dari budaya minum teh di berbagai daerah. Menikmati pulut ketan hijau dan teh tarik di sore hari tidak hanya memberikan kepuasan kuliner, tetapi juga menghadirkan nuansa kebersamaan dan nostalgia akan tradisi lama.
Di tengah maraknya makanan dan minuman modern, keberadaan pulut ketan hijau dan teh tarik tetap bertahan sebagai pilihan favorit masyarakat. Kesederhanaan bahan, proses pembuatan yang relatif tradisional, serta rasa yang autentik menjadi alasan utama mengapa kombinasi ini masih diminati. Pulut ketan hijau dan teh tarik membuktikan bahwa kuliner tradisional mampu bersaing dan tetap relevan di berbagai generasi.
Dengan cita rasa yang maknyus dan suasana sore yang tenang, menikmati pulut ketan hijau bersama segelas teh tarik hangat menjadi momen kecil yang bermakna. Kombinasi ini tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menghangatkan suasana, menjadikannya pilihan tepat untuk melepas penat di penghujung hari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....