Lupis Campur Manisan Sajian Tradisional Maknyus
- 19 Jan 2026 23:02 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Lupis campur manisan merupakan salah satu kuliner tradisional Nusantara yang hingga kini tetap memiliki tempat istimewa di hati masyarakat. Jajanan berbahan dasar beras ketan ini dikenal dengan teksturnya yang lembut, kenyal, dan cita rasa manis yang khas. Perpaduan lupis dengan aneka manisan menjadikannya semakin kaya rasa dan menghadirkan sensasi “maknyus” yang sulit dilupakan oleh penikmatnya.
Lupis sendiri dibuat dari beras ketan yang dibungkus daun pisang berbentuk segitiga atau memanjang, kemudian direbus hingga matang. Setelah itu, lupis disajikan dengan taburan kelapa parut yang gurih serta siraman gula merah cair. Dalam perkembangannya, banyak pedagang yang menambahkan berbagai jenis manisan sebagai pelengkap, seperti manisan kolang-kaling, nangka, pepaya, hingga tape singkong. Kombinasi inilah yang membuat lupis campur manisan semakin diminati oleh berbagai kalangan.
Keunikan lupis campur manisan terletak pada keseimbangan rasanya. Ketan yang netral berpadu dengan gurihnya kelapa parut, manis legit gula merah, serta segarnya manisan menghasilkan harmoni rasa yang pas. Tekstur yang beragam—kenyal dari lupis, lembut dari manisan, dan sedikit berserat dari kelapa—memberikan pengalaman makan yang lebih kaya dibandingkan lupis klasik.
Selain kelezatannya, lupis campur manisan juga memiliki nilai budaya yang kuat. Jajanan ini kerap dijumpai di pasar tradisional, terutama pada pagi atau sore hari. Bagi sebagian masyarakat, menikmati lupis bukan sekadar mengisi perut, tetapi juga menjadi bagian dari nostalgia masa kecil dan tradisi kuliner yang diwariskan turun-temurun. Kehadiran lupis di tengah gempuran makanan modern menunjukkan bahwa kuliner tradisional masih mampu bertahan dengan ciri khasnya.
Dari sisi bahan, lupis campur manisan relatif sederhana dan mudah diperoleh. Beras ketan, kelapa, dan gula merah merupakan bahan lokal yang sudah lama digunakan dalam berbagai kuliner Indonesia. Hal ini menjadikan lupis tidak hanya lezat, tetapi juga mencerminkan kearifan lokal dalam memanfaatkan sumber daya pangan yang ada di sekitar.
Kini, lupis campur manisan tidak hanya dijual di pasar tradisional, tetapi juga mulai hadir di berbagai acara kuliner, festival makanan, hingga dijajakan secara daring. Beberapa pelaku usaha bahkan melakukan inovasi dengan tampilan yang lebih menarik tanpa menghilangkan cita rasa aslinya. Upaya ini turut membantu memperkenalkan lupis kepada generasi muda agar tetap mengenal dan mencintai kuliner tradisional.
Dengan rasa manis yang pas, tekstur yang kenyal, serta tambahan manisan yang menggugah selera, lupis campur manisan layak disebut sebagai salah satu jajanan tradisional yang maknyus rasanya. Keberadaannya bukan hanya sebagai makanan, tetapi juga sebagai simbol kekayaan kuliner Indonesia yang patut dijaga dan dilestarikan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....