Pilihan Minuman Tradisional Penguat Imunitas di Musim Hujan
- 14 Nov 2025 08:16 WIB
- Lhokseumawe
KBRN Lhokseumawe : Memasuki musim hujan, suhu udara cenderung menurun dan membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit seperti batuk, pilek, dan demam. Untuk menjaga daya tahan tubuh, masyarakat disarankan mengonsumsi makanan bergizi serta rutin minum air hangat. Selain air putih hangat, sejumlah minuman tradisional Indonesia juga menjadi pilihan populer untuk menghangatkan tubuh dan meningkatkan imunitas selama cuaca dingin.
Salah satu yang paling banyak dikonsumsi adalah wedang jahe. Minuman yang terbuat dari jahe dan gula merah ini dikenal mampu melancarkan peredaran darah serta memberikan sensasi hangat yang bertahan lebih lama. Aroma rempahnya yang kuat membuat wedang jahe menjadi pilihan utama saat hujan turun.
Tak kalah populer, bandrek salah satu minuman rempah juga menjadi favorit bagi banyak orang. Paduan jahe, gula merah, kayu manis, dan serai menjadikan bandrek minuman yang kaya rasa dan mampu menghalau rasa dingin dengan cepat. Minuman ini sering disajikan sebagai penghangat alami ketika angin kencang dan hujan mulai mengguyur.
Bajigur juga hadir sebagai minuman penghangat andalan. Perpaduan santan, jahe, gula merah, dan sedikit garam memberikan rasa gurih manis yang khas. Bajigur kerap dipilih masyarakat sebagai minuman penghangat ketika sore hari ditemani suasana hujan.
STMJ yang merupakan singkatan dari susu, telur, madu, dan jahe menjadi alternatif lain yang memberikan efek hangat sekaligus menjaga stamina. Kandungan gizi pada campuran bahan tersebut membuat STMJ cocok dikonsumsi saat tubuh mulai terasa lelah akibat cuaca dingin.
Di Lhokseumawe, sejumlah warga turut memberikan komentarnya mengenai minuman favorit saat musim hujan. Syarifah, warga Hagu Teungoh, mengaku lebih memilih wedang jahe karena rasa hangatnya cepat terasa. “Kalau musim hujan, wedang jahe itu paling pas. Badan langsung hangat, tenggorokan juga lebih nyaman,” ujarnya.
Sementara itu, Irfan, warga Bukit Indah, mengatakan bahwa bandrek menjadi pilihannya karena aromanya yang khas. “Saya suka bandrek, apalagi kalau ditambah sedikit susu. Aromanya enak dan pas untuk diminum sambil menunggu hujan reda,” katanya. Di sisi lain, Fitri, mahasiswi di Lhokseumawe, lebih memilih STMJ. “STMJ itu bikin tenaga balik lagi. Cocok diminum malam hari kalau hujan terus,” ungkapnya.
Keberagaman pilihan minuman hangat ini menunjukkan bahwa minuman tradisional berbahan rempah tetap menjadi andalan masyarakat dalam menjaga kesehatan selama musim hujan. Selain memberikan rasa nyaman, minuman ini juga menjadi cara sederhana mempertahankan daya tahan tubuh di tengah cuaca yang tidak menentu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....