Nasi Maulid Dapoer Bu Des, Praktis dan Enak

  • 16 Sep 2025 15:21 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe: Maulidurrasul atau perayaan maulid Nabi Muhammad SAW di Aceh kembali dirayakan dengan penuh khidmat dan meriah. Meskipun di tengah melambungnya harga-harga barang, namun masyarakat tetap antusias melakukan kenduri maulid walau menyesuaikan dengan kondisi ekonomi saat ini. Hampir di setiap gampong, peringatan kelahiran Rasulullah dipusatkan di meunasah atau balee gampong yang menjadi pusat kegiatan warga.

Salah satu tradisi yang selalu mewarnai maulid di Aceh adalah tradisi hantaran kenduri ke meunasah tempat kita tinggal. Biasanya, warga membawa sajian khas seperti nasi kulah (bu kulah) serta aneka lauk pauk seperti daging masak puteh, kari bebek, sambal goreng hati, udang masak Aceh, pacri nenas, mie hun goreng, ayam masak kecap dan bulukat. Hidangan ini kemudian akan dikumpulkan di meunasah untuk kemudian dibagikan dan disantap bersama seusai ceramah agama dan do'a.

Tradisi ini menjadi ladang cuan bagi pelaku UMKM, sebut saja Desi Maulina, owner Dapoer Buk Des Lhokseumawe, menyebutkan bahwa bulan maulid menjadi bulan berkah juga bagi usahanya karena banyak masuk orderan nasi maulid dengan paket lengkap. "Biasanya ada yang pesan nasi minyak dengan lauk ayam atau daging kari, telor asin atau telor ayam sambal lado, sambal kentang dan hati, mie hun goreng, taoco kacang panjang, dan ga lupa bulukat kuning", ungkapnya kepada rri.co.id. "Harganya berkisar antara 25 ribu rupiah hingga 35 ribu rupiah, bervariasi tergantung menu yang dipesan", lanjutnya.

Salah seorang pelanggan "Dapoer Buk Des" yang sedang mengambil pesanan, safrina, mengatakan bahwa daripada capek dan karena tidak sempat masak untuk maulid mengaku lebih suka order langsung ke buk des. "Ga perlu repot ke pasar dan masak, saya tinggal pesan di sini aja, alhamdulillah sangat praktis dan enak lho", bebernya kepada rri.

Kenduri maulid di Aceh tidak hanya sekedar kenduri, namun juga simbol kebersamaan di mana setiap warga masyarakat berpartisipasi sesuai kemampuan dan semua dinikmati bersama terlebih lagi bagi anak yatim dan fakir miskin yang merasa senang karena dapat membawa pulang kenduri yang dibagi di meunasah-meunasah.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....