Sejarah Singkat Perkedel dan Cara Membuatnya

  • 11 Apr 2025 18:47 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN,Lhokseumawe : Perkedel adalah salah satu hidangan favorit di Indonesia yang sering dijadikan lauk pendamping nasi atau pelengkap hidangan seperti sop. Menariknya, perkedel sebenarnya bukan makanan asli Indonesia. Hidangan ini diadaptasi dari masakan Belanda bernama frikadel, yang awalnya berbahan dasar daging cincang. Ketika diperkenalkan ke Indonesia pada masa kolonial, masyarakat lokal mulai memodifikasinya dengan menggunakan bahan yang lebih mudah dijangkau, yaitu kentang. Dari sinilah lahir versi khas Nusantara yang kini kita kenal sebagai perkedel kentang.

Perkedel kentang memiliki cita rasa gurih dan tekstur yang lembut di dalam, serta sedikit renyah di luar. Proses pembuatannya cukup sederhana, namun tetap membutuhkan ketelatenan agar hasilnya sempurna. Salah satu kunci dari kelezatan perkedel terletak pada pengolahan kentangnya: kentang sebaiknya digoreng terlebih dahulu sebelum dihaluskan, bukan direbus, agar teksturnya lebih padat dan tidak terlalu lembek. Setelah itu, kentang dicampur dengan bahan-bahan lain seperti daging cincang atau kornet, seledri, dan bumbu-bumbu.

Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk membuat perkedel antara lain: 500 gram kentang, 100 gram daging sapi cincang (opsional), 1 batang seledri cincang halus, 2 siung bawang putih, 1 butir telur (untuk adonan), garam, merica, dan minyak untuk menggoreng. Untuk pelapis, disiapkan satu butir telur tambahan yang dikocok lepas. Semua bahan dicampur menjadi satu, dibentuk bulat pipih, lalu dicelupkan ke dalam telur dan digoreng hingga keemasan.

Selain sebagai lauk utama, perkedel juga sering dihidangkan dalam acara kenduri, tumpeng, hingga menu prasmanan. Variasinya pun kini semakin beragam, seperti perkedel jagung, perkedel tahu, hingga versi modern dengan tambahan keju atau sayuran. Dengan sejarahnya yang unik dan fleksibilitas dalam pengolahan, perkedel menjadi contoh sempurna bagaimana budaya kuliner Indonesia bisa bertransformasi dari warisan kolonial menjadi bagian tak terpisahkan dari hidangan sehari-hari masyarakat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....