Wali Mahasiswa Kedokteran Unimal Harapkan Revisi Biaya UKT
- 24 Okt 2022 14:09 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Salah seorang orang tua Wali Mahasiswa Fakultas Kedokteran, Universitas Malikussaleh (Unimal) tak dapat menahan tangisnya ketika berkomentar dalam perbincangan Lintas Lhokseumawe Pagi, Programa Satu (Pro 1) RRI Lhokseumawe soal Dilema Mahalnya Pendidikan Kedokteran, dalam rangka memperingati Hari Dokter Nasional, Senin (24/10/2022).
Dia menyampaikan keluh kesahnya sebagai orang tua wali yang putrinya sedang kuliah di Fakultas Kedokteran Unimal dari jalur undangan.
"Memang waktu masuk sesuai mekanisme Uang Kuliah Tunggal (UKT) keluarnya memang tergolong biaya maksimal yakni Rp 12 juta persemester. Tapi, sudah saya hubungi dosen-dosen yang kita kenal, katanya tahun depan nanti bisa direvisi. Terus saya tanya lagi pada tahun berikutnya belum ada revisi", ucapnya melalui sambungan telephone.
Terangnya lagi, dalam jangka waktu dua tahun yang lalu, putrinya sempat ikut program beasiswa namun terkendala karena orang tuanya berstatus PNS yang mungkin dianggap mampu. Tetapi seharusnya kan PNS itu ada kategori.
"Kalau saya masih golongan tiga bukan jabatan tinggi. Apalagi isteri saya hanya ibu IRT atau tidak bekerja. Ditambah lagi saat ini beban biaya hidup semakin tinggi. Seharusnya UKT Fakultas Kedokteran juga disesuaikan dengan keadaan ekonomi masyarakat", harapnya lagi.
Seharusnya kata dia biaya UKT itu setiap tahun dilakukan revisi karena setiap tahunnya biaya hidup semakin meningkat dipengaruhi dengan naiknya harga-harga barang kebutuhan pokok.
"Makanya tidak adil saya lihat kalau UKT tidak direvisi. Karena bukan semua PNS mampu. Seperti saya saat ini bisa dibilang sudah megap-megap. Hutang sana sini untuk biaya kuliah anak. Bahkan semester kemarin sempat saya suruh ambil cuti kuliah sementara pada anak saya. Namun yang terjadi malah anak saya menangis. Sehingga terpaksa saat itu saya mengutang lagi agar anak saya bisa lanjut kuliah", pungkas dia dengan suara terbata-bata.
Dokumentasi perbincangan tersebut bisa dilihat di akun Youtube RRI Lhokseumawe Official.
Sementara itu, Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kabupaten Aceh Utara, dr Harry Laksamana yang juga dijadikan narasumber dalam perbincangan tersebut merasa prihatin.
Seperti yang sudah disampaikan teman-teman Akademisi Kedokteran Unimal itu sudah termasuk yang paling murah dibandingkan saudara kita di Universitas Syiah Kuala (Unsyiah).
"Miris ya. Kami bersimpati juga. Memang betul seperti yang disampaikan teman-teman Akademisi di Fakultas Kedokteran. Banyak biaya yang harus dikeluarkan dalam UKT. Tapi di Unimal itu sudah termasuk yang paling murah pak, dibandingkan dengan saudara kita di Unsyiah. Terus dalam hal ini, pihak IDI gimana. Nah, IDI ikut mencari solusi dalam hal ini", terang dr Harry.
Dalam setiap Muktamar IDI bersama Komisi D DPRK selalu membahas tentang biaya pendidikan termasuk pendidikan di Kedokteran yang masih menganut Undang-Undang nomor 20 tahun 2013, pasal 30 sampai dengan pasal 34 tentang pembiayaan.
"Jadi, ada beberapa sumber yang bisa meringankan biaya begitu. Ya beasiswa, bantuan pemerintah dan lain-lain. Cuma kan nanti ada aturan-aturan pemerintah yang mengaturnya, syarat-syarat yang diperlukan kan begitu. Tadi ya kita miris, prihatin pak, bapak yang tadi menelepon, semoga ada solusi untuk anaknya", ucap Harry yang juga mengaku sebagai seorang anak yatim yang dulunya kuliah di kedokteran dengan beasiswa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....