Edukasi sejak Dini, Kunci Menjaga Kesehatan Reproduksi Perempuan

  • 01 Okt 2026 19:18 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Edukasi sejak dini dan kebiasaan menjaga kebersihan diri menjadi bagian penting dalam memelihara kesehatan reproduksi perempuan. Pemahaman yang tepat mengenai kesehatan reproduksi perlu diberikan sejak masa anak-anak dan remaja hingga dewasa agar perempuan mampu menjaga kesehatan serta mengenali risiko gangguan kesehatan sejak awal.

Praktisi kesehatan, Asmawati Achmad, M.K.M., menyampaikan hal tersebut saat dikonfirmasi RRI pada Kamis, 1 Oktober 2026, terkait pentingnya menjaga kesehatan reproduksi perempuan.

Asmawati menjelaskan, kesehatan reproduksi memiliki cakupan luas dan tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik maupun organ reproduksi, tetapi juga mencakup aspek kesehatan mental dan sosial. Oleh karena itu, pemeliharaan kesehatan reproduksi perlu menjadi perhatian sepanjang kehidupan perempuan.

“Sebenarnya kalau kita bicara kesehatan reproduksi itu membicarakan sesuatu yang luas, artinya kita tidak hanya terpaku pada satu aspek saja. Kesehatan reproduksi jika dijaga dari awal itu menjadi investasi jangka panjang bagi kita manusia,” ujar Asmawati.

Ia menambahkan, pemahaman mengenai kesehatan reproduksi perlu dibangun sejak dini melalui edukasi yang sesuai dengan usia. Salah satu langkah dasar yang perlu diperhatikan adalah menjaga kebersihan diri.

Selain kebiasaan menjaga kebersihan diri, Asmawati menekankan pentingnya keterlibatan orang tua dalam memberikan informasi yang benar mengenai kesehatan reproduksi kepada anak. Menurutnya, komunikasi terbuka dalam keluarga diperlukan agar anak dapat memahami tubuhnya, menjaga batasan pribadi, serta mengetahui cara melindungi diri.

Ia mengingatkan agar orang tua tidak menganggap pembicaraan mengenai kesehatan reproduksi sebagai hal yang tabu. Sebaliknya, ibu dan ayah perlu menjadi sumber informasi pertama bagi anak sehingga mereka memperoleh pemahaman yang tepat dan tidak hanya mengandalkan informasi dari sumber yang belum tentu dapat dipercaya.

“Orang tua, baik ibu maupun ayah, itu harus menjadi Google-nya yang pertama bagi anak, atau sekarang ChatGPT-nya bagi anak. Mereka yang harus menjadi tonggak utamanya untuk pemberian informasi,” kata Asmawati.

Lebih lanjut, pemeliharaan kesehatan reproduksi juga perlu disertai kesadaran untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan apabila mengalami keluhan atau perubahan yang tidak biasa. Pemeriksaan kesehatan sesuai kebutuhan dan anjuran tenaga medis dapat membantu mengenali gangguan kesehatan lebih awal serta menentukan penanganan yang tepat.

Terakhir ia mengajak masyarakat, khususnya perempuan dan keluarga, untuk meningkatkan kepedulian terhadap kesehatan reproduksi. Edukasi yang benar, komunikasi terbuka antara orang tua dan anak, serta kebiasaan menjaga kesehatan diharapkan dapat mendukung kualitas hidup perempuan pada setiap tahap kehidupannya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....