Waspada Kolera, Meningitis, dan Pes, WHO Soroti Lonjakan Kasus Global

  • 30 Sep 2026 22:24 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Jenewa - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) kembali membunyikan alarm peringatan terkait ancaman kesehatan global. Dalam publikasi terbarunya, WHO menyoroti lonjakan dramatis angka kematian akibat penyakit kolera, sekaligus memperbarui tren situasi global untuk penyakit meningitis dan pes.

Berdasarkan laporan yang dirilis Selasa 29 September 2026, tingkat kematian akibat kolera melonjak hingga 30 persen pada tahun 2025. Total angka kematian menyentuh 7.870 jiwa, menjadikannya rekor paling mematikan sejak tahun 1999. Ironisnya, lonjakan fatalitas ini justru terjadi di tengah penurunan kumulatif jumlah kasus baru, yakni 451.499 kasus yang dilaporkan dari 47 negara.

Fakta lain yang mengkhawatirkan adalah lebih dari satu dari lima angka kematian kolera terjadi di luar fasilitas kesehatan. Hal ini mengindikasikan bahwa masih banyak pasien yang gagal atau terlambat mendapatkan akses perawatan medis darurat. WHO juga mencatat pola persebaran yang sangat terkonsentrasi—hanya tujuh negara yang menyumbang sekitar 90 persen dari total kasus dan kematian di seluruh dunia.

Untuk merespons ancaman ini, rantai pasokan vaksin global mulai didorong secara agresif. Kapasitas produksi vaksin kolera oral (OCV) mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat, melesat dari sekitar 30 juta dosis pada 2022 menjadi 80 juta dosis per tahun pada 2025.

Selain persoalan kolera, melalui Weekly Epidemiological Record, WHO juga menyoroti pergeseran tren pada penyakit meningitis bakterialis dan pes. Khusus untuk penanganan wabah pes, WHO menegaskan pentingnya deteksi dini di tingkat populasi hewan pembawa kuman.

"Pengawasan berkelanjutan terhadap populasi hewan pengerat dan satwa lainnya, yang dibarengi dengan respons cepat terhadap wabah, tetap menjadi elemen esensial untuk mendeteksi penyakit pes secara dini, menekan angka penularan, serta mencegah meluasnya skala wabah," tulis WHO dalam laporannya.

Guna membalikkan angka-angka mematikan ini, WHO mendesak negara-negara terdampak untuk memprioritaskan investasi yang tepat sasaran. Anggaran khusus di sektor infrastruktur air dan sanitasi (WASH), penguatan pengawasan kesehatan, percepatan vaksinasi, serta peningkatan akses perawatan dinilai sebagai pilar utama untuk menyelamatkan nyawa dari penyakit-penyakit yang sebetulnya sangat bisa dicegah ini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....