Musim Hujan, Nyamuk Makin Aktif? Ini Faktanya
- 30 Sep 2026 22:05 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID Lhokseumawe - Musim hujan datang, genangan air mulai muncul di berbagai tempat. Kondisi ini bukan hanya membuat aktivitas masyarakat terganggu, tetapi juga perlu diwaspadai karena genangan air dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk.
Nyamuk Aedes aegypti, yang dapat menularkan demam berdarah dengue atau DBD, berkembang biak di wadah-wadah yang menampung air. Saat musim hujan, jumlah tempat yang berpotensi menampung air bisa bertambah, mulai dari ember, pot tanaman, talang air, hingga barang bekas di sekitar rumah.
Namun, anggapan bahwa semua nyamuk otomatis menjadi lebih aktif saat hujan perlu diluruskan. Aktivitas nyamuk dipengaruhi oleh berbagai faktor, termasuk suhu, kelembapan, ketersediaan tempat berkembang biak, dan kondisi lingkungan. Justru, genangan air setelah hujan menjadi salah satu perhatian utama karena dapat mendukung siklus perkembangbiakan nyamuk.
Karena itu, menjaga lingkungan tetap bersih menjadi langkah penting selama musim hujan. Masyarakat dapat melakukan pemberantasan sarang nyamuk dengan menguras dan membersihkan tempat penampungan air, menutup wadah yang dapat menampung air, serta mendaur ulang atau menyingkirkan barang bekas yang berpotensi menjadi tempat genangan.
Selain lingkungan rumah, perhatian juga perlu diberikan pada tempat-tempat yang sering digunakan anak-anak, seperti sekolah dan area bermain. Genangan kecil yang terlihat sepele tetap perlu diperiksa karena dapat menjadi tempat nyamuk berkembang biak.
Musim hujan bukan berarti harus panik terhadap nyamuk, tetapi menjadi momentum untuk lebih rajin menjaga kebersihan lingkungan. Dengan rutin melakukan pemberantasan sarang nyamuk dan tidak membiarkan genangan air bertahan, masyarakat dapat membantu menekan risiko penyakit yang ditularkan oleh nyamuk sekaligus menciptakan lingkungan yang lebih sehat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....