Rokok Jadi Ancaman Jantung

  • 29 Sep 2026 14:43 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Kebiasaan merokok menjadi salah satu faktor risiko serius penyakit jantung. Masyarakat, khususnya mereka yang memiliki hipertensi, kolesterol tinggi, diabetes, atau sudah lanjut usia, diminta tidak menunggu munculnya gejala untuk memeriksakan kondisi kesehatan.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Novi Haryanti, Sp.JP-FIHA, mengatakan faktor risiko penyakit jantung tidak hanya berasal dari satu penyebab. Kebiasaan merokok dapat diperburuk oleh tekanan darah tinggi, kolesterol, diabetes, obesitas, kurang aktivitas fisik, serta pola makan yang tidak sehat.

Hal itu disampaikan dr. Novi dalam program Bincang Pagi Pro 1 RRI Lhokseumawe, Selasa, 29 September 2026.

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Novi Haryanti, Sp.JP-FIHA,

Menurutnya, masyarakat yang memiliki faktor risiko sebaiknya melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin. Langkah tersebut penting karena penyakit jantung dapat berkembang tanpa menunjukkan gejala yang jelas.

“Yang kolesterolnya tinggi, yang sudah lanjut usia, hipertensi, diabetes, ataupun merokok, bagi kaum pria mungkin rata-rata di Aceh ini hampir 99 persen laki-laki Aceh biasanya pasti merokok. Nah, itu sebenarnya sudah bisa cek kesehatan rutin, jangan tunggu ada gejala,” ujar dr. Novi.

Ia menegaskan, menunggu gejala muncul dapat membuat penanganan menjadi terlambat. Penyakit jantung juga dikenal sebagai silent killer karena dapat terjadi tanpa keluhan yang dirasakan secara jelas sebelumnya.

Sementara pada anak usia di bawah 14 tahun, penyakit jantung yang sering ditemukan adalah penyakit jantung bawaan. Kondisi ini terkadang tidak disadari orang tua karena gejalanya dapat terlihat seperti keluhan biasa.

Pada bayi, salah satu tanda yang perlu diperhatikan adalah frekuensi menyusu yang sering terputus-putus. Sementara pada anak, kondisi mudah lelah saat melakukan aktivitas dapat menjadi salah satu tanda yang perlu diperiksa lebih lanjut.

Dr. Novi menjelaskan, penyakit jantung bawaan tidak selalu berkaitan dengan faktor keturunan. Kondisi selama masa kehamilan, termasuk kebiasaan dan asupan gizi ibu, juga dapat menjadi faktor yang perlu diperhatikan.

Karena itu, masyarakat diimbau tidak mengabaikan faktor risiko penyakit jantung. Berhenti merokok, menerapkan pola hidup sehat, menjaga pola makan, aktif bergerak, serta melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan jantung.Tangkapan layar dialog interaktif Bincang Pagi Pro 1 RRI Lhokseumawe bersama Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah, dr. Novi Haryanti, Sp.JP-FIHA, membahas pencegahan penyakit jantung sejak dini pada Peringatan Hari Jantung Sedunia, Selasa (29/9/2026).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....