Mulai Usia 30, Latihan Beban Bertahap Jaga Kepadatan Tulang Anda
- 28 Sep 2026 15:33 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Menjaga kesehatan tulang sering kali baru menjadi perhatian saat seseorang memasuki usia paruh baya atau lanjut usia. Padahal, para ahli medis sangat menyarankan agar "investasi" kesehatan tulang dilakukan sedini mungkin. Begitu memasuki usia 30 tahun, salah satu langkah paling efektif yang harus mulai rutin dilakukan adalah latihan beban (weight/resistance training).
Dilansir dari publikasi medis Mayo Clinic dan Harvard Health Publishing, kepadatan dan kekuatan massa tulang manusia mencapai titik puncaknya (peak bone mass) pada kisaran usia 25 hingga 30 tahun. Setelah melewati usia 30 tahun, tubuh secara alami akan mulai kehilangan massa tulang lebih cepat daripada kemampuannya untuk membangun jaringan tulang baru.
Untuk mencegah pengeroposan tersebut, latihan beban menjadi kunci utama. Berikut adalah alasan medis dan manfaat latihan beban bagi kepadatan tulang Anda:
- Merangsang Sel Pembentuk Tulang (Osteoblas): Menurut Harvard Health, aktivitas yang memberikan beban atau tekanan pada tulang akan merangsang sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) untuk bekerja lebih aktif. Tekanan mekanis dari mengangkat beban memberi "sinyal" pada tubuh bahwa tulang harus menjadi lebih padat dan kuat untuk menahan beban tersebut.
- Mencegah Osteoporosis: Penurunan kepadatan tulang yang dibiarkan dapat berujung pada osteopenia dan akhirnya osteoporosis (tulang keropos). Rutin melakukan latihan angkat beban minimal dua hingga tiga kali seminggu terbukti secara ilmiah mampu memperlambat atau bahkan membalikkan pengeroposan tulang yang terjadi seiring bertambahnya usia.
- Melindungi Sendi dan Mencegah Risiko Jatuh: Latihan beban tidak hanya memadatkan tulang, tetapi juga menguatkan otot-otot di sekitarnya serta ligamen dan tendon. Otot yang kuat akan menjadi penyokong tubuh yang baik, memperbaiki postur, dan meningkatkan keseimbangan, sehingga risiko terjatuh dan patah tulang di masa tua bisa diminimalkan.
Para pakar kesehatan menegaskan bahwa menjaga kepadatan tulang tidak mengharuskan Anda langsung mengangkat beban berat layaknya atlet binaraga. Latihan fisik ini harus dilakukan secara bertahap dan terukur (progressive overload) untuk menghindari cedera.
Bagi pemula, Mayo Clinic merekomendasikan untuk memulai dengan menggunakan beban tubuh sendiri (bodyweight training), seperti gerakan squat, lunge, plank, atau push-up. Setelah tubuh mulai beradaptasi dan terasa lebih kuat, barulah Anda bisa secara bertahap menambahkan beban eksternal menggunakan dumbbell, kettlebell, barbell, atau resistance band (karet resistensi).
Apabila Anda baru pertama kali mencoba latihan beban, memiliki riwayat cedera sendi, atau kondisi medis tertentu, sangat dianjurkan untuk berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter atau didampingi oleh pelatih kebugaran profesional. Postur dan teknik gerakan yang benar jauh lebih penting daripada seberapa berat beban yang Anda angkat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....