Mengapa Pria Juga Butuh Vaksin HPV Seperti Wanita?

  • 28 Sep 2026 15:25 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Vaksin Human Papillomavirus (HPV) selama ini kerap diidentikkan dengan kaum perempuan karena perannya yang vital dalam mencegah kanker serviks. Namun, Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama para pakar kesehatan menegaskan bahwa pria juga sama butuhnya terhadap perlindungan vaksin HPV.

Dilansir Mediakom Kemenkes Edisi 137, Kemenkes menyatakan bahwa vaksinasi HPV kini diberikan kepada kedua gender, pria dan wanita.Langkah ini sejalan dengan rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) untuk memutus mata rantai penularan virus dan melindungi generasi mendatang dari masalah kesehatan serius.

Berikut adalah alasan medis mengapa pria juga sangat membutuhkan vaksin HPV:

  • Mencegah Kanker Anus, Penis, dan Tenggorokan: Meski pria tidak berisiko terkena kanker serviks, infeksi HPV risiko tinggi dapat memicu kanker mematikan lainnya.Virus HPV terbukti menjadi penyebab lebih dari 90 persen kasus kanker anus serta sekitar 60 persen kasus kanker orofaring (tenggorokan dan mulut) pada pria. HPV juga menjadi salah satu faktor risiko utama kanker penis.
  • Pria Bisa Menjadi 'Carrier' Tanpa Gejala: Pria yang terinfeksi HPV umumnya bersifat asimtomatik atau tidak menunjukkan gejala klinis apa pun.Akibatnya, pria bisa menjadi carrier (pembawa virus) tanpa disadari dan dengan mudah menularkannya kepada pasangan melalui kontak seksual maupun kontak kulit ke kulit di area genital.
  • Melindungi Integritas Sperma dan Mencegah Kutil Kelamin: Selain tipe virus yang menyebabkan kanker, infeksi HPV juga memicu terjadinya kutil kelamin (genital warts) pada pria yang sangat mengganggu kenyamanan dan kualitas hidup.Beberapa riset juga menunjukkan bahwa infeksi HPV berisiko tinggi dapat memengaruhi integritas dan kualitas sperma pada pria.
  • Membangun Kekebalan Kelompok (Herd Immunity): Mengeliminasi penyakit terkait HPV tidak akan efektif jika hanya satu gender yang divaksinasi. Dengan memvaksinasi laki-laki, transmisi virus di populasi dapat ditekan secara drastis, yang secara langsung juga menyelamatkan lebih banyak perempuan dari risiko kanker serviks.

Menurut rekomendasi medis, vaksin HPV bekerja paling optimal jika diberikan pada usia anak-anak hingga remaja (9–14 tahun) sebelum mereka terpapar aktivitas seksual.Kendati demikian, laki-laki dewasa hingga usia 45 tahun yang belum pernah menerima imunisasi ini tetap direkomendasikan untuk segera mendapatkan vaksin HPV agar terlindungi dari infeksi baru.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....