Pola Makan Keliru Bisa Diam-Diam Membebani Ginjal
- 14 Sep 2026 11:29 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Minuman manis, makanan instan, hingga lauk yang terasa gurih mungkin sudah menjadi bagian dari menu sehari-hari. Namun, jika dikonsumsi terlalu sering dan berlebihan, kebiasaan tersebut dapat membebani kerja ginjal.
Ginjal merupakan organ penting yang terus bekerja menyaring limbah dan kelebihan cairan dari dalam tubuh. Karena itu, pola makan sehari-hari ikut berperan dalam menjaga agar fungsi ginjal tetap berjalan dengan baik.
Salah satu yang perlu diperhatikan adalah konsumsi gula. Terlalu banyak gula, terutama dari minuman manis, soda, makanan penutup, dan produk dengan tambahan gula, dapat meningkatkan risiko gangguan kesehatan seperti diabetes. Dalam jangka panjang, diabetes merupakan salah satu kondisi yang dapat berdampak pada kesehatan ginjal.
Garam atau natrium juga perlu dibatasi. Makanan seperti mi instan, sosis, ikan asin, makanan kaleng, serta berbagai makanan olahan umumnya mengandung natrium cukup tinggi. Asupan natrium yang berlebihan dapat berkontribusi terhadap tekanan darah tinggi, yang pada akhirnya dapat meningkatkan beban pada ginjal.
Kemenkes RI melalui laman Ayo Sehat mengingatkan pentingnya membatasi konsumsi gula, garam, dan makanan olahan serta menerapkan pola makan bergizi seimbang untuk membantu menjaga kesehatan tubuh, termasuk ginjal.
Bukan hanya gula dan garam, konsumsi protein juga sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh. Protein memang diperlukan untuk pertumbuhan dan perbaikan jaringan, tetapi pola makan yang tidak seimbang, terutama pada orang yang sudah memiliki gangguan ginjal, perlu mendapat perhatian khusus.
Makanan tinggi fosfor juga menjadi hal yang perlu diperhatikan, terutama bagi orang yang sudah mengalami penyakit ginjal. Beberapa sumber fosfor antara lain produk susu, daging, makanan laut, kacang-kacangan, serta sejumlah makanan olahan.
Makanan instan dan produk olahan sering menjadi pilihan karena praktis. Namun, kandungan natrium dan bahan tambahan pada sebagian produk membuat konsumsinya perlu dibatasi, terutama jika menjadi menu sehari-hari.
Selain memperhatikan jenis makanan, kebiasaan minum juga penting. Kebutuhan cairan setiap orang berbeda, sehingga tidak ada satu angka yang cocok untuk semua orang. Pada orang dengan kondisi medis tertentu, termasuk gangguan ginjal, jumlah cairan bahkan perlu disesuaikan dengan anjuran tenaga kesehatan.
Langkah sederhana bisa dimulai dari membaca label gizi sebelum membeli makanan, mengurangi makanan tinggi gula dan natrium, memilih bahan makanan yang lebih segar, serta menerapkan pola makan yang beragam dan seimbang.
Menjaga ginjal tidak harus menunggu munculnya keluhan. Kebiasaan makan yang lebih bijak sejak sekarang menjadi salah satu cara sederhana untuk membantu menjaga kesehatan dalam jangka panjang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....