Fakta Unik Melihat Orang Menguap, Kok Ikutan? Ini Penjelasan Sains
- 30 Agt 2026 13:08 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.IDLhokseumawe — Pernah melihat teman menguap, lalu beberapa detik kemudian ikut menguap? Fenomena ini ternyata bukan sekadar kebetulan. Dalam ilmu pengetahuan, kondisi tersebut dikenal sebagai contagious yawning atau menguap yang menular. Melihat, mendengar, bahkan membaca tentang orang yang menguap dapat memicu keinginan untuk melakukan hal yang sama. Penelitian menunjukkan fenomena ini berkaitan dengan aktivitas jaringan otak yang merespons isyarat sosial.
dr. Rivana Ameliya menjelaskan, menguap sendiri merupakan respons tubuh yang kompleks dan fungsi biologisnya masih terus diteliti. Ketika seseorang melihat orang lain menguap, otak dapat secara otomatis merespons gerakan tersebut sehingga muncul dorongan untuk ikut menguap. Sejumlah penelitian juga menemukan adanya keterlibatan bagian otak yang berhubungan dengan pemrosesan informasi sosial. Namun, anggapan bahwa orang yang mudah ikut menguap pasti memiliki empati lebih tinggi belum bisa dianggap sebagai fakta mutlak, karena hasil penelitian mengenai hubungan tersebut masih beragam.
Fakta menarik lainnya, tidak semua orang mudah tertular menguap. Penelitian terhadap ratusan peserta menunjukkan bahwa tingkat respons setiap orang berbeda dan cenderung konsisten. Faktor seperti usia turut berkaitan dengan perbedaan respons, sementara sebagian besar variasi tersebut belum sepenuhnya dapat dijelaskan oleh ilmu pengetahuan. Artinya, kalau seseorang tidak ikut menguap saat melihat orang lain menguap, hal itu juga merupakan sesuatu yang normal.
Pengalaman serupa juga dirasakan Iffa, seorang siswi SMA di Lhokseumawe. Ia mengaku sering tidak sadar ikut menguap ketika melihat teman sekelasnya menguap, terutama saat suasana belajar mulai tenang atau ketika sudah mendekati jam pulang sekolah. “Kadang lucu juga, awalnya cuma satu orang yang menguap, lama-lama ada beberapa orang yang ikut. Padahal sebelumnya merasa tidak mengantuk,” ujar Iffa. Pengalaman seperti ini menunjukkan betapa otomatisnya respons menguap pada sebagian orang.
Jadi, menguap setelah melihat orang lain menguap bukan berarti seseorang sedang sengaja meniru atau pasti sedang mengantuk. Fenomena tersebut merupakan respons otomatis yang melibatkan otak dan proses sosial, meski mekanisme lengkapnya masih menjadi bahan penelitian. Bahkan penelitian terbaru pada 2026 terus mengkaji mekanisme fisiologis menguap dan menemukan bahwa menguap merupakan gerakan tubuh yang lebih kompleks daripada sekadar menarik napas dalam-dalam.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....