Sebanyak 6,7 Juta Warga Indonesia Terinfeksi Hepatitis B, Waspadai Risikonya

  • 24 Agt 2026 07:18 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Hepatitis B masih menjadi salah satu persoalan kesehatan yang perlu mendapat perhatian serius di Indonesia. Data yang dipaparkan Pusat Kedokteran Tropis Universitas Gadjah Mada (UGM) memperkirakan sekitar 6,7 juta penduduk Indonesia hidup dengan infeksi hepatitis B, sementara sekitar 2,5 juta lainnya terinfeksi hepatitis C. Kedua penyakit tersebut dapat berkembang menjadi gangguan hati kronis hingga kanker hati.

Hepatitis sendiri tidak hanya ditandai dengan perubahan warna kulit atau mata menjadi kuning. Peradangan pada hati ini dapat dipicu oleh berbagai faktor, termasuk infeksi virus, konsumsi alkohol, obesitas, obat-obatan tertentu, maupun makanan dan minuman yang terkontaminasi. Dari lima jenis virus hepatitis, yakni A, B, C, D, dan E, hepatitis B dan C menjadi perhatian utama di Indonesia karena berpotensi menimbulkan komplikasi serius.

Dokter Fahmi Indrarti dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FK-KMK UGM, Minggu 23 Agustus 2026 menjelaskan bahwa pola penularan setiap jenis hepatitis berbeda. Hepatitis A dan E umumnya berkaitan dengan makanan atau minuman yang tercemar, sedangkan hepatitis B dan C dapat menyebar melalui paparan cairan tubuh, terutama darah yang terinfeksi. Karena itu, masyarakat tidak perlu menjauhi penderita hepatitis B atau C hanya karena takut tertular melalui makan bersama, berpelukan, maupun aktivitas sosial sehari-hari.

Upaya pencegahan dapat dilakukan dengan menghindari penggunaan jarum suntik secara bergantian serta tidak berbagi barang pribadi yang berpotensi terkena darah, seperti sikat gigi, alat cukur, dan gunting kuku. Masyarakat juga perlu memastikan prosedur medis, tindik, maupun tato menggunakan peralatan steril.

Khusus hepatitis B, vaksinasi menjadi langkah penting, terutama bagi bayi baru lahir dan kelompok yang memiliki risiko tinggi. Hingga kini, vaksin untuk hepatitis C belum tersedia sehingga pencegahannya berfokus pada menghindari paparan darah yang terinfeksi.

Dari sisi pengobatan, peluang pemulihan bergantung pada jenis hepatitis dan kondisi pasien. Hepatitis A dan E pada umumnya dapat pulih tanpa pengobatan khusus jika tidak terjadi komplikasi, sedangkan hepatitis C dapat disembuhkan pada lebih dari 95 persen kasus dengan terapi yang tepat.

Masyarakat disarankan segera memeriksakan diri jika mengalami mata atau kulit menguning, urine berwarna gelap, perut membesar, muntah darah, tinja berwarna hitam, atau penurunan kesadaran. Pemeriksaan juga penting bagi kelompok berisiko meski belum merasakan gejala, karena hepatitis dapat berkembang tanpa tanda yang jelas.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....