Bupati Al-Farlaky Jemput Anggaran Dua RSUD ke Kemenkes

  • 20 Agt 2026 23:16 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI CO.ID,Jakarta - Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky, S.H.I., M.Si., kembali bergerak ke pemerintah pusat. Kali ini, ia menjemput langsung anggaran kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan yang terdampak bencana di Aceh Timur ke Kementerian Kesehatan RI.

Al-Farlaky menemui Wakil Menteri Kesehatan RI Prof. Dante Saksono Harbuwono di Ruang Rapat 215, Gedung Adhyatma Kementerian Kesehatan RI, Jakarta Selatan, Rabu 19 Agustus 2026.

Pertemuan itu sebelumnya dijadwalkan bersama Menteri Kesehatan RI. Namun, agenda kemudian dilanjutkan bersama Wamenkes karena Menteri Kesehatan sedang melakukan kunjungan kerja ke Provinsi Nusa Tenggara Timur untuk penanganan bencana gempa bumi.

Dalam pertemuan tersebut, Al-Farlaky memaparkan kondisi sejumlah fasilitas kesehatan di Aceh Timur yang terdampak bencana hidrometeorologi. Ia juga menyerahkan proposal rekapitulasi kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan kepada Kementerian Kesehatan RI.

Hasilnya, Kemenkes memberikan dukungan anggaran untuk pemulihan dua rumah sakit di Aceh Timur dengan rincian

RSUD dr. Zubir Mahmud mendapatkan bantuan alat kesehatan program dukungan layanan KJSU - KIA senilai 32,7 M, yg akan disalurkan di Tahun 2026 dan 2027.

Sementara RSUD Sultan Abdul Aziz Syah (SAAS) Peureulak memperoleh alokasi hibah Rp14 miliar . Anggaran tersebut diperuntukkan bagi penggantian dan pengadaan alat kesehatan yang mengalami kerusakan akibat banjir.

“Tujuan utama usulan ini adalah memulihkan pelayanan kesehatan pascabencana, meningkatkan kualitas layanan kepada masyarakat terdampak, serta memperkuat kesiapsiagaan fasilitas kesehatan di Aceh Timur,” kata Al-Farlaky.

Tak hanya rumah sakit, Kemenkes juga akan memetakan dukungan anggaran tambahan untuk penanganan, revitalisasi dan rehabilitasi sejumlah Puskesmas yang terdampak bencana.

Selain membawa usulan pemulihan fasilitas kesehatan, Al-Farlaky juga meminta dukungan pembangunan laboratorium kesehatan di Aceh Timur.

Usulan tersebut disetujui Wamenkes untuk ditindaklanjuti sesuai mekanisme dan ketentuan yang berlaku.

Menurut Al-Farlaky, kebutuhan laboratorium kesehatan menjadi bagian penting dalam memperkuat pelayanan kesehatan masyarakat di Aceh Timur, khususnya dalam mendukung pemeriksaan dan pelayanan medis.

Ia mengapresiasi perhatian Kementerian Kesehatan terhadap kebutuhan daerah, terutama setelah sejumlah fasilitas kesehatan mengalami kerusakan akibat bencana.

“Besar harapan kami seluruh poin proposal usulan rekap yang telah kita serahkan dapat terealisasi sepenuhnya demi menjamin hak pelayanan kesehatan yang optimal bagi seluruh warga,” ujarnya.

Al-Farlaky mengatakan, pemulihan fasilitas kesehatan bukan semata soal memperbaiki bangunan atau mengganti alat kesehatan yang rusak. Lebih dari itu, kata dia, pemulihan harus memastikan masyarakat tetap mendapatkan pelayanan kesehatan yang aman, layak dan berkualitas.

Pemerintah Kabupaten Aceh Timur, lanjutnya, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat agar seluruh kebutuhan pemulihan fasilitas kesehatan dapat direalisasikan sesuai kondisi di lapangan.

"Dukungan Kemenkes tersebut diharapkan mempercepat normalisasi pelayanan kesehatan sekaligus memperkuat ketahanan fasilitas kesehatan Aceh Timur dalam menghadapi potensi bencana di masa mendatang," pungkas Bupati Al- Farlaky.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....