Wabup Bireuen Ajak Perkuat Sinergi Percepatan Penurunan Stunting
- 31 Jul 2026 10:03 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Bireun – Pemerintah Kabupaten Bireuen terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui peningkatan koordinasi lintas sektor. Komitmen tersebut ditegaskan dalam Rapat Konsolidasi Penguatan Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP3S) yang digelar Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Bireuen di Oproom Kantor Pusat Pemerintahan Kabupaten Bireuen, Kamis 30 Juli 2026.
Kegiatan yang dibuka Wakil Bupati Bireuen, Ir. H. Razuardi, MT, itu juga membahas identifikasi serta penetapan desa yang akan diusulkan dalam penilaian Desa Berkinerja Baik Penanganan Stunting Tahun 2026. Rapat diikuti sebanyak 56 peserta yang berasal dari berbagai perangkat daerah dan pemangku kepentingan terkait.
Kepala Bappeda Bireuen, Dailami, S.Hut., M.Ling., menjelaskan bahwa rapat konsolidasi bertujuan memperkuat koordinasi, sinergi, dan komitmen seluruh anggota TP3S dalam menjalankan program konvergensi percepatan penurunan stunting di Kabupaten Bireuen.
Selain itu, forum tersebut dimanfaatkan untuk mengevaluasi capaian program yang telah berjalan, mengidentifikasi berbagai kendala di tingkat kabupaten, kecamatan, hingga desa, serta menyusun langkah-langkah strategis agar pelaksanaan intervensi spesifik maupun intervensi sensitif semakin efektif.
Dalam kesempatan itu juga dilakukan pembahasan mengenai penetapan desa yang akan diajukan mengikuti penilaian Desa Berkinerja Baik Penanganan Stunting Tahun 2026 sesuai pedoman dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal.
Wakil Bupati Razuardi menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan besar dalam pembangunan sumber daya manusia. Menurutnya, persoalan tersebut tidak hanya berkaitan dengan kondisi gizi anak, tetapi juga menentukan kualitas generasi penerus Kabupaten Bireuen pada masa mendatang.
Ia menjelaskan, penanganan stunting memerlukan kolaborasi seluruh pihak karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari kesehatan ibu dan anak, pola asuh keluarga, akses terhadap pangan bergizi, sanitasi, ketersediaan air minum layak, pendidikan, hingga kondisi sosial ekonomi masyarakat.
Razuardi berharap rapat konsolidasi ini mampu menghasilkan langkah-langkah nyata yang semakin efektif dalam mempercepat penurunan stunting. Ia juga meminta seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat kerja sama agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai.
Lebih lanjut, ia berharap desa yang nantinya mewakili Kabupaten Bireuen dalam penilaian tingkat nasional benar-benar menjadi contoh praktik terbaik dalam penanganan stunting. Desa tersebut diharapkan memiliki inovasi, komitmen, serta keberhasilan nyata dalam meningkatkan kualitas layanan bagi masyarakat demi mewujudkan generasi yang sehat dan berkualitas.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....