Mengenal Keloid Bukan Bekas Luka Biasa, Kenali Penyebabnya
- 31 Jul 2026 05:58 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID Lhokseumawe - Pernah melihat bekas luka yang justru semakin menonjol dan membesar setelah sembuh? Kondisi tersebut dikenal sebagai keloid, yaitu jaringan parut yang tumbuh secara berlebihan akibat proses penyembuhan kulit yang tidak normal. Berbeda dengan bekas luka biasa, keloid dapat terus membesar hingga melewati batas luka awal. Kondisi ini dapat muncul setelah operasi, luka bakar, jerawat, goresan, hingga bekas tindik. Meski tidak berbahaya dan bukan penyakit menular, keloid dapat mengganggu penampilan serta menimbulkan rasa gatal atau nyeri pada sebagian orang.
Dokter umum dr. Rivana Ameliya menjelaskan bahwa saat kulit mengalami luka, tubuh secara alami memproduksi kolagen untuk memperbaiki jaringan yang rusak. Pada penderita keloid, produksi kolagen berlangsung secara berlebihan sehingga jaringan parut terus tumbuh meskipun luka sebenarnya telah sembuh. Akibatnya, bekas luka menjadi lebih tebal, keras, mengilap, dan tampak menonjol dibandingkan kulit di sekitarnya.
Menurut dr. Reva, tidak semua orang mengalami keloid karena kondisi ini sangat dipengaruhi oleh faktor genetik. Seseorang yang memiliki orang tua atau saudara dengan riwayat keloid memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami kondisi serupa. Selain faktor keturunan, usia 10 hingga 30 tahun serta warna kulit yang lebih gelap juga diketahui memiliki kecenderungan lebih besar mengalami keloid dibandingkan kelompok lainnya.
Pengalaman tersebut dirasakan Siti (25), warga Lhokseumawe, yang memiliki keloid setelah menjalani tindik telinga saat remaja. Awalnya bekas tindik tampak normal, tetapi beberapa bulan kemudian muncul benjolan yang semakin membesar. "Adik saya juga punya keloid, sedangkan kakak saya tidak. Jadi memang tidak semua orang dalam satu keluarga pasti mengalaminya," ungkapnya.
dr. Reva menambahkan, keloid berbeda dengan bekas luka hipertrofik. Bekas luka hipertrofik hanya tumbuh di area luka dan umumnya akan mengecil seiring waktu, sedangkan keloid dapat meluas melewati batas luka dan cenderung menetap jika tidak ditangani. Penanganannya dapat dilakukan melalui suntikan kortikosteroid, penggunaan lembar silikon, terapi laser, hingga tindakan operasi yang biasanya dikombinasikan dengan terapi lain agar risiko kambuh lebih kecil.
Masyarakat diimbau tidak mencoba menghilangkan keloid dengan cara sembarangan karena dapat memperburuk kondisi kulit. Bagi yang memiliki riwayat keloid, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter sebelum menjalani prosedur yang berpotensi melukai kulit, seperti tindik, tato, atau operasi elektif. Dengan penanganan yang tepat, pertumbuhan keloid dapat dikendalikan sehingga tidak mengganggu fungsi maupun kepercayaan diri penderitanya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....