Mengapa Orang Semakin Sulit Fokus Lebih dari 10 Menit?

  • 23 Jul 2026 11:45 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Di tengah derasnya arus informasi digital, banyak orang merasa semakin sulit mempertahankan fokus dalam waktu yang lama. Membaca beberapa halaman buku, mengikuti rapat, atau menyelesaikan pekerjaan tanpa terganggu notifikasi kini menjadi tantangan tersendiri. Tidak sedikit orang yang tanpa sadar berpindah dari satu aplikasi ke aplikasi lain hanya dalam hitungan menit. Fenomena ini menimbulkan pertanyaan, apakah kemampuan fokus manusia memang sedang berubah?

Salah satu penyebab utamanya adalah lingkungan digital yang dipenuhi rangsangan. Media sosial, video berdurasi pendek, notifikasi, dan berbagai bentuk hiburan instan membuat otak terbiasa menerima informasi baru secara terus-menerus. Akibatnya, aktivitas yang membutuhkan konsentrasi tinggi dan berlangsung lebih lama terasa kurang menarik. Kebiasaan melakukan beberapa hal sekaligus (multitasking) juga dapat membuat perhatian lebih mudah terpecah, meskipun sering kali justru menurunkan kualitas pekerjaan.

Berdasarkan berbagai penelitian mengenai psikologi kognitif, ilmu saraf, dan perilaku digital yang dilansir dari berbagai sumber, perhatian manusia bukanlah sumber daya yang tidak terbatas. Setiap kali seseorang berpindah dari satu tugas ke tugas lain, otak membutuhkan waktu untuk menyesuaikan kembali fokusnya. Proses ini dikenal sebagai attention switching, yang jika terjadi terlalu sering dapat mengurangi efisiensi, meningkatkan kelelahan mental, dan membuat seseorang merasa sulit berkonsentrasi dalam jangka waktu yang panjang. Lingkungan digital modern memperbesar peluang terjadinya perpindahan perhatian tersebut.

Meski demikian, kemampuan fokus sebenarnya dapat dilatih kembali. Mengurangi gangguan saat bekerja, mematikan notifikasi yang tidak penting, menetapkan waktu khusus untuk memeriksa media sosial, serta memberikan jeda istirahat secara teratur dapat membantu otak mempertahankan konsentrasi lebih lama. Kebiasaan membaca buku, menulis, atau melakukan aktivitas yang membutuhkan perhatian penuh juga dapat menjadi latihan untuk meningkatkan daya fokus secara bertahap.

Fenomena ini menunjukkan bahwa tantangan terbesar di era digital bukanlah kekurangan informasi, melainkan melimpahnya informasi yang terus bersaing memperebutkan perhatian kita. Semakin banyak distraksi yang hadir setiap hari, semakin penting pula kemampuan untuk mengelola fokus. Pada akhirnya, kemampuan berkonsentrasi bukan hanya menentukan produktivitas, tetapi juga memengaruhi cara kita belajar, bekerja, dan menikmati kehidupan sehari-hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....