Cuaca Tak Menentu, Waspadai Gejala Demam Tifoid di tengah Perubahan Musim

  • 29 Jun 2026 15:08 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Cuaca yang berubah-ubah dalam beberapa waktu terakhir, dari hujan deras hingga panas terik pada siang hari, membuat masyarakat perlu lebih waspada terhadap berbagai penyakit infeksi. Meski perubahan cuaca tidak secara langsung menyebabkan penyakit seperti demam tifoid atau tipes, kondisi tersebut dapat memengaruhi daya tahan tubuh sehingga seseorang lebih rentan terserang penyakit apabila kebersihan makanan dan minuman kurang terjaga.

Demam tifoid merupakan penyakit yang disebabkan oleh infeksi bakteri Salmonella Typhi. Penularannya terjadi melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi, serta kebiasaan hidup yang kurang bersih, seperti tidak mencuci tangan sebelum makan atau setelah menggunakan toilet.

Dokter menjelaskan, gejala tipes umumnya diawali dengan demam yang meningkat secara bertahap dan berlangsung selama beberapa hari. Kondisi tersebut kerap disertai rasa lemas, sakit kepala, nyeri perut, mual, penurunan nafsu makan, hingga gangguan pencernaan seperti diare atau sembelit. Karena gejalanya sering menyerupai demam biasa, tidak sedikit penderita yang terlambat mendapatkan penanganan.

Di tengah cuaca yang tidak menentu, masyarakat sering kali lebih memilih mengonsumsi makanan dan minuman di luar rumah. Namun, kebersihan makanan perlu menjadi perhatian utama. Bakteri Salmonella Typhi dapat menyebar melalui makanan yang tidak diolah secara higienis atau air minum yang telah terkontaminasi.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut demam tifoid masih menjadi masalah kesehatan di berbagai negara berkembang, termasuk di kawasan Asia. Penyakit ini dapat dicegah dengan menjaga sanitasi lingkungan, mengonsumsi makanan yang dimasak hingga matang, menggunakan air minum yang aman, serta membiasakan mencuci tangan menggunakan sabun sebelum makan dan setelah beraktivitas.

Selain menjaga kebersihan, masyarakat juga dianjurkan menjaga daya tahan tubuh dengan memenuhi kebutuhan istirahat, mengonsumsi makanan bergizi seimbang, dan mencukupi asupan cairan, terutama saat cuaca panas yang dapat meningkatkan risiko dehidrasi.

Apabila mengalami demam tinggi yang tidak kunjung membaik selama lebih dari tiga hari, terlebih disertai gangguan pencernaan dan tubuh terasa semakin lemas, masyarakat disarankan segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan. Penanganan dini penting dilakukan agar pasien mendapatkan diagnosis yang tepat serta terapi antibiotik sesuai indikasi medis, sehingga risiko komplikasi dapat diminimalkan.

Perubahan cuaca memang tidak bisa dihindari. Namun, dengan menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat serta lebih cermat dalam memilih makanan dan minuman, risiko terjadinya demam tifoid dapat ditekan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....