Harganas Momentum Wujudkan Keluarga Sehat Melalui Program KB

  • 26 Jun 2026 23:19 WIB
  •  Lhokseumawe
Poin Utama
  • Harganas 29 Juni menjadi momentum memperkuat kesadaran pentingnya Program KB.
  • KB membantu mengatur jarak kehamilan ideal 2–3 tahun.
  • Meningkatkan kesehatan anak melalui ASI eksklusif, mencegah BBLR, dan mengoptimalkan pengasuhan.

RRI.CO.ID, Aceh Utara - Menjelang peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) yang diperingati setiap 29 Juni, Puskesmas Dewantara mengajak masyarakat semakin memahami pentingnya Program Keluarga Berencana (KB) sebagai salah satu fondasi dalam membangun keluarga yang sehat, harmonis, dan berkualitas.

Melalui pengaturan jarak kehamilan yang ideal, program KB dinilai mampu meningkatkan kesehatan ibu dan anak sekaligus mendukung terwujudnya generasi yang lebih sehat.

Staf Ruang Bersalin Puskesmas Dewantara, Agustina, A.Md.Keb., mengatakan bahwa program KB bukan sekadar mengatur jumlah anak, melainkan mengatur jarak kehamilan agar berlangsung lebih aman. Jarak kehamilan yang dianjurkan sekitar dua hingga tiga tahun sehingga dapat mengurangi risiko komplikasi pada ibu, terutama yang hamil di usia di bawah 20 tahun maupun di atas 35 tahun.

"Melalui pengaturan kehamilan yang tepat, ibu memiliki waktu untuk memulihkan kondisi tubuh, memperbaiki status gizi, beristirahat, serta mempersiapkan kesehatan sebelum menjalani kehamilan berikutnya," ujarnya.

Menurut Agustina, manfaat KB juga sangat besar bagi tumbuh kembang anak. Dengan jarak kelahiran yang ideal, pemberian ASI eksklusif dapat berjalan lebih optimal, risiko bayi lahir dengan berat badan rendah (BBLR) dapat ditekan, serta orang tua memiliki waktu lebih banyak untuk memberikan perhatian, pengasuhan, imunisasi, dan memantau kesehatan anak.

Dalam rangka meningkatkan peran masyarakat, Puskesmas Dewantara rutin melaksanakan penyuluhan di Posyandu, kelas ibu hamil, dan kelas ibu balita. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan layanan konseling secara langsung untuk menentukan metode kontrasepsi yang sesuai dengan kondisi masing-masing.

Puskesmas Dewantara turut menyediakan pelayanan KB gratis berupa pil KB, suntik KB, implan, hingga IUD (spiral). Untuk masyarakat di wilayah terpencil, pelayanan dilakukan melalui program KB Keliling bekerja sama dengan Penyuluh Lapangan Keluarga Berencana (PLKB) dan BKKBN. Berbagai media edukasi seperti leaflet, poster, dan spanduk juga dimanfaatkan sebagai sarana penyebarluasan informasi. "Ujar Agustina"

Meski demikian, pelaksanaan program KB masih menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari mitos yang berkembang di masyarakat, kurangnya dukungan keluarga, keterbatasan tenaga kesehatan, hingga akses pelayanan di daerah terpencil.

Kekhawatiran terhadap efek samping kontrasepsi juga masih menjadi alasan sebagian masyarakat menghentikan penggunaan KB tanpa berkonsultasi dengan tenaga kesehatan.

Melalui momentum Harganas 2026, Puskesmas Dewantara berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya program KB terus meningkat. Dengan edukasi yang tepat, pelayanan yang mudah diakses, serta dukungan keluarga, program KB diharapkan mampu mewujudkan keluarga Indonesia yang sehat, sejahtera, dan berkualitas menuju generasi emas di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....