Mengapa Kita Kerap Kali Ngantuk setelah Makan?

  • 11 Jun 2026 21:47 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Pernahkah Anda merasa mengantuk, lemas, atau kehilangan fokus setelah selesai makan? Fenomena ini sangat umum dan dialami oleh banyak orang. Bahkan, ada yang merasa sangat mengantuk setelah makan siang hingga sulit berkonsentrasi saat bekerja atau belajar.

Kondisi ini sebenarnya memiliki penjelasan ilmiah yang menarik. Rasa kantuk setelah makan sering disebut sebagai postprandial somnolence atau "food coma". Istilah ini menggambarkan kondisi ketika tubuh merasa lebih rileks dan mengantuk setelah mengonsumsi makanan.

Meskipun terdengar sederhana, proses yang terjadi di dalam tubuh melibatkan sistem pencernaan, hormon, kadar gula darah, dan aktivitas otak.

Setelah makan, tubuh mulai bekerja keras untuk mencerna makanan yang masuk ke dalam lambung dan usus. Untuk mendukung proses ini, aliran darah meningkat ke sistem pencernaan.

Pada saat yang sama, tubuh mengaktifkan sistem saraf parasimpatis yang dikenal sebagai sistem "rest and digest" (istirahat dan cerna). Sistem ini membantu tubuh menjadi lebih tenang dan rileks, sehingga muncul perasaan mengantuk.

Sementara itu, makanan yang kita konsumsi dapat memengaruhi produksi berbagai zat kimia di otak, seperti ; Serotonin, yang berperan dalam mengatur suasana hati dan rasa nyaman. Melatonin, hormon yang membantu mengatur siklus tidur.

Makanan yang kaya karbohidrat dapat meningkatkan ketersediaan asam amino triptofan di otak. Triptofan kemudian digunakan untuk memproduksi serotonin dan melatonin, yang dapat meningkatkan rasa kantuk.

Selain itu, makanan tinggi karbohidrat sederhana, seperti nasi putih dalam porsi besar, roti putih, minuman manis, atau kue-kue, dapat menyebabkan kadar gula darah naik dengan cepat. Tubuh kemudian melepaskan insulin untuk menurunkan kadar gula tersebut. Pada beberapa orang, proses ini dapat diikuti oleh penurunan energi dan munculnya rasa lelah atau mengantuk.

Penyebab mengantuk setelah makan juga bisa disebabkan banyaknya makanan yang dikonsumsi. Hal ini akan memperberat pekerjaan sistem pencernaan. Makan dalam porsi besar membuat tubuh membutuhkan energi lebih banyak untuk mencerna makanan.

Akibatnya, tubuh cenderung mengurangi aktivitas lain dan memunculkan rasa ingin beristirahat, yang sering dirasakan sebagai kantuk. Beberapa jenis makanan juga diketahui lebih sering dikaitkan dengan rasa kantuk, seperti Nasi putih dan makanan tinggi karbohidrat, Makanan tinggi gula.

Makanan berlemak tinggi, Susu dan produk olahannya.

Yang terakhir, faktor waktu dan ritme biologis tubuh juga pengaruhi rasa kantuk setelah makan. Secara alami, tubuh manusia mengalami penurunan kewaspadaan pada siang hari, biasanya antara pukul 13.00 hingga 15.00. Ketika waktu tersebut bertepatan dengan aktivitas makan siang, rasa kantuk bisa terasa lebih kuat.

Intinya Ngantuk setelah makan merupakan respons alami tubuh yang dipengaruhi oleh proses pencernaan, perubahan hormon, kadar gula darah, jenis makanan, serta ritme biologis harian.

Meskipun umumnya normal, rasa kantuk dapat diminimalkan dengan pola makan yang lebih seimbang, porsi yang tepat, dan gaya hidup sehat. Dengan memahami penyebabnya, kita dapat mengatur pola makan agar tetap bertenaga dan produktif sepanjang hari.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....