Deteksi Dini Cegah Diabetes, Hipertensi, dan Gagal Ginjal

  • 11 Jun 2026 19:08 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI .CO.ID, Lhokseumawe – Deteksi dini dan penerapan pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk mencegah komplikasi serius akibat diabetes melitus (DM), hipertensi, hingga gagal ginjal kronik.

Hal tersebut disampaikan oleh dr. Mawaddah Fitria, Sp.PD., FINASIM dalam kegiatan edukasi kesehatan kepada Ibu-ibu Dharma Wanta Persatuan RRI Lhokseumawe.

Menurut dr. Mawaddah, hipertensi dan diabetes merupakan dua penyakit yang paling sering menjadi penyebab kerusakan ginjal. Sayangnya, banyak penderita tidak menyadari kondisi tersebut karena pada tahap awal gagal ginjal sering kali tidak menimbulkan gejala yang jelas.

"Gagal ginjal stadium awal biasanya tidak bergejala. Ketika muncul keluhan seperti mual, muntah, cepat kenyang, lemas, hingga bengkak pada kaki, sering kali fungsi ginjal sudah mengalami penurunan yang cukup berat," jelasnya.

Ia menerangkan bahwa ginjal memiliki fungsi vital dalam menyaring darah, membuang racun dan sisa metabolisme tubuh melalui urine, serta membantu pembentukan sel darah merah. Ketika fungsi ginjal terganggu, racun akan menumpuk dalam tubuh dan memicu berbagai gangguan kesehatan.

Untuk itu, masyarakat terutama penderita hipertensi dan diabetes dianjurkan melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin, meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, ureum, kreatinin, urine, dan darah lengkap setidaknya satu kali dalam setahun. Bagi kelompok berisiko tinggi, pemeriksaan disarankan setiap enam bulan sekali.

Dr. Mawaddah juga mengingatkan pentingnya menerapkan pola makan sehat melalui prinsip 3J, yaitu menjaga jumlah, jenis, dan jadwal makan. Selain itu, masyarakat perlu rutin berolahraga, menjaga berat badan ideal, memperbanyak konsumsi air putih, serta patuh mengonsumsi obat sesuai anjuran dokter.

Menurutnya, pencegahan jauh lebih baik dibandingkan pengobatan, mengingat pasien gagal ginjal stadium akhir harus menjalani hemodialisis atau cuci darah secara rutin untuk menggantikan fungsi ginjal yang telah rusak.

"Jika hipertensi dan diabetes dapat dikendalikan dengan baik, maka risiko terjadinya gagal ginjal juga dapat ditekan. Kuncinya adalah disiplin menjaga pola hidup sehat dan melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala," ujarnya.

Melalui edukasi tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak dini agar terhindar dari komplikasi penyakit kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....