TP PKK Aceh Timur Ajak Masyarakat Bersatu Perangi Stunting
- 09 Jun 2026 18:30 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Aceh Timur - Tim Penggerak PKK Kabupaten Aceh Timur menegaskan komitmennya dalam mendukung percepatan penurunan stunting melalui berbagai program yang menyentuh langsung keluarga dan masyarakat. Komitmen tersebut disampaikan Ketua TP PKK Aceh Timur, Ny. Dr. Lismawani Iskandar Al-Farlaky, saat menghadiri kegiatan Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting) di Gampong Seunebok Aceh, Kecamatan Peureulak, Selasa 9 Juni 2026.
Lismawani mengatakan, TP PKK Aceh Timur akan terus mendukung upaya pencegahan stunting melalui pemberdayaan keluarga, edukasi gizi, peningkatan pola asuh yang baik, serta penguatan peran kader PKK dan Posyandu di tingkat gampong.
Menurutnya, kegiatan Genting yang dilaksanakan tidak boleh berhenti pada seremoni semata, tetapi harus mampu memberikan dampak nyata bagi keluarga sasaran, khususnya dalam meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan gizi sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun atau yang dikenal dengan 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK).
Ia menjelaskan, stunting bukan hanya persoalan tinggi badan anak yang tidak sesuai standar usianya. Lebih dari itu, stunting dapat memengaruhi kualitas sumber daya manusia karena berpotensi menghambat pertumbuhan fisik, perkembangan kognitif, dan produktivitas anak saat dewasa.
Karena itu, upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Menurut Lismawani, pemerintah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dan kepedulian berbagai pihak.
Melalui program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting (Genting), TP PKK Aceh Timur mendorong tumbuhnya kepedulian sosial masyarakat untuk membantu keluarga yang berisiko stunting. Program tersebut diharapkan mampu menghadirkan solusi bersama dalam memenuhi kebutuhan gizi dan pengasuhan anak.
Pada kesempatan yang sama juga dilaksanakan kegiatan Dapur Sehat Atasi Stunting (Dahsat). Program ini bertujuan memberikan edukasi sekaligus praktik langsung mengenai penyediaan makanan bergizi dengan memanfaatkan bahan pangan lokal yang mudah diperoleh masyarakat.
Lismawani menegaskan, makanan bergizi tidak selalu identik dengan biaya mahal. Menurutnya, pengetahuan yang baik mengenai gizi dan pola makan sehat menjadi faktor penting dalam memastikan anak tumbuh sehat, kuat, dan cerdas. Ia juga mengajak para ayah untuk ikut berperan aktif dalam mendukung pemenuhan gizi keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....