Praktisi Kesehatan Ajak Masyarakat Waspadai Penyakit Campak

  • 13 Mei 2026 20:17 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - RRI Lhokseumawe melalui Program Bincang Pagi edisi Rabu, 13 Mei 2026 tadi, mengangkat tema kewaspadaan terhadap penyebaran penyakit campak pada anak. Dialog ini bertujuam memberikan pemahaman mendalam kepada masyarakat mengenai risiko dan penanganan dini infeksi virus tersebut.

Dalam dialog tersebut hadir sebagai Narasumber yaitu dr. Diana Inti Nusantara, Sp.A, seorang Dokter Ahli Anak dari RSUD Cut Meutia Kabupaten Aceh Utara. Beliau menjelaskan bahwa campak bukan sekadar ruam biasa, melainkan penyakit menular serius yang dapat memicu komplikasi berat seperti radang paru (pneumonia) hingga radang otak.

Oleh karena itu, deteksi dini melalui pengenalan gejala awal seperti demam tinggi dan batuk pilek menjadi kunci utama bagi para orang tua dalam melindungi buah hati mereka.

Senada dengan hal tersebut, narasumber lainnya Erlawati, SKM, MMKes, selaku Sub Koordinator Surveilans dan Imunisasi Lhokseumawe, menekankan pentingnya cakupan imunisasi yang merata di seluruh wilayah.

Menurutnya, munculnya kembali kasus campak sering kali berkaitan erat dengan penurunan angka partisipasi imunisasi dasar lengkap di lingkungan masyarakat. Pemerintah daerah terus berupaya memperkuat sistem pengawasan guna memutus rantai penularan di tingkat komunitas.

"Imunisasi adalah perisai terkuat yang kita miliki untuk melindungi anak-anak dari ancaman campak. Jangan ragu untuk membawa anak ke fasilitas kesehatan karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati komplikasi yang mungkin timbul," tegas Erlawati dalam sesi dialog bersama RRI.

Erlawati juga menambahkan mengenai pentingnya langkah preventif yang harus dilakukan oleh masyarakat jika menemukan kasus di lingkungan sekitar. "Kami mengimbau masyarakat untuk segera melapor kepada petugas surveilans jika menemukan gejala serupa di lingkungannya agar dapat segera ditangani secara medis," ujarnya.

Langkah proaktif ini diharapkan dapat menekan angka penyebaran kasus secara signifikan di wilayah Lhokseumawe dan sekitarnya. Partisipasi publik yang tinggi menunjukkan bahwa kesadaran akan kesehatan anak mulai meningkat, meskipun tantangan terkait hoaks seputar vaksin masih menjadi hambatan di lapangan. Edukasi yang berkelanjutan dianggap sebagai solusi paling efektif untuk melawan misinformasi tersebut.

Sebagai penutup, kedua narasumber sepakat bahwa kesehatan anak adalah tanggung jawab bersama antara keluarga, tenaga medis, dan pemerintah. Dengan adanya sinergi yang kuat, diharapkan target eliminasi campak dapat segera tercapai demi masa depan anak Indonesia yang lebih sehat dan tangguh.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....