Berbagai Negara Kini Berpacu dengan Waktu Melacak Kontak Hantavirus
- 12 Mei 2026 19:52 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID,Lhokseumawe - Lhokseumawe: Temuan kasus penumpang Kapal Pesiar terjangkit wabah virus kembali mengagetkan dunia. Dimana lebih dari 100 penumpang Kapal Pesiar mewah MV Hondius, Oceanwide Expeditions.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) mengungkap, wabah virus yang menjangkiti para penumpang kapal sementara ini diduga jenis Hantavirus atau Virus Hanta. WHO menyebut wabah ini bukan awal dari Pandemi seperti Covid-19, karena hantavirus diperkirakan menyebar melalui kontak dekat dan intim.
| Baca juga: Kurang Tidur Bikin Pusing, Ini Alasannya |
Masa inkubasi penyakit ini bisa mencapai 6 minggu, dan ada kemungkinan lebih banyak kasus yang dilaporkan, sebut WHO. Sejauh ini, yang terkonfirmasi terjangkit dari 6 kasus menjadi 8 kasus. Dari jumlah itu, satu orang dilaporkan meninggal dunia, sedangkan dua kematian lainnya masih dikonfirmasi apakah terjangkit virus tersebut atau bukan.
Terdapat 17 warga negara Amerika Serikat (AS) yang berhasil dievakuasi dari MV Hondius dengan menggunakan pesawat, mereka akan menjalani penilaian klinis di sebuah fasilitas medis di Nebraska. Sedangkan 7 penumpang AS lainnya telah lebih dulu kembali dan sedang dipantau di negara bagian tempat tinggal mereka, demikian menurut Departemen Kesehatan dan Layanan Kesehatan Kemanusiaan AS.
Selanjutnnya di Prancis, seorang perempuan sedang menjalani isolasi di Paris dengan kondisi kesehatannya dilaporkan memburuk. Serta 22 orang yang berkontak dengan perempuan itu telah dilacak (Menteri Kesehatan, Prancis, Stéphanie Rist).
Kini, berbagai negara berpacu dengan waktu dalam melacak puluhan orang yang turun dari kapal pesiar MV Hondius sebelum wabah hantavirus terdeteksi serta siapa pun yang telah melakukan kontak dekat dengan mereka setelahnya.
Di Indonesia, langkah Surveilans terus dilakukan oleh Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) dengan memperketat pemeriksaan kedatangan dari luar negeri di bandara maupun pelabuhan.
Ketua DPR RI, Puan Maharani juga telah meminta Surveilans dilakukan dengan sungguh-sungguh agar memutus penularan di dalam negeri meskipun belum ditemukan ada yang positif terjangkit.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....