Pemerhati Kesehatan: Olahraga Teratur Jadi Kunci Utama Imunitas
- 09 Mei 2026 18:41 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Aktivitas fisik berupa olahraga menjadi salah satu pilar krusial dalam menjaga kesehatan tubuh, meningkatkan kebugaran, serta mencegah berbagai penyakit. Hal ini menjadi semakin penting untuk diperhatikan mengingat kondisi cuaca yang sering tidak menentu belakangan ini.
Pemerhati kesehatan Aceh, Ns. Yusrawati, S.Kep., M.Kes., menjelaskan bahwa dalam teori epidemiologi, kesehatan manusia sangat dipengaruhi oleh interaksi dinamis antara lingkungan dan agen penyebab penyakit seperti virus atau bakteri.
“Olahraga berperan memperkuat daya tahan tubuh agar tidak mudah terpapar faktor-faktor risiko tersebut, karena olahraga memberikan dampak positif dalam tiga aspek utama, yaitu Aspek Fisik, Mental dan Sosial,”kata Yusrawati, Sabtu, 9 Mei 2026.
Yusrawati memaparkan bahwaOlahraga itu memiliki tiga manfaat utama manfaat Fisik yaitu menguatkan tulang dan otot, memperbaiki kerja jantung, serta mencegah penyakit degeneratif seperti hipertensi dan diabetes melitus (DM).
“Kemudian mental yaitu membantu mencegah stres dan meningkatkan kualitas tidur dan Sosial adalah Memperluas jaringan pertemanan melalui komunitas olahraga dan membangun budaya sehat bersama masyarakat.”paparnya
Ia menekankan bahwa olahraga harus dilakukan secara rutin dengan durasi yang disesuaikan dengan kelompok usia. Untuk anak-anak hingga orang dewasa, disarankan melakukan aktivitas fisik selama 60 menit setiap hari. Sementara bagi lansia, targetnya adalah 150 menit per minggu, atau bisa dibagi sekitar 30 menit sehari selama lima hari.
“Bahwa olahraga bukan satu-satunya faktor penentu. Olahraga harus dipadukan dengan unsur Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) lainnya, seperti menjaga pola makan bergizi, istirahat yang cukup, tidak merokok, serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.” jelas Yusrawati.
Yusrawati juga mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap screening atau pemeriksaan kesehatan awal sejak dini, mulai dari masa kehamilan hingga lanjut usia. Pemantauan berat badan dan kondisi fisik secara berkala sangat disarankan agar gangguan kesehatan dapat terdeteksi lebih cepat.
"Minimal, masyarakat diharapkan memiliki alat kesehatan sederhana di rumah, seperti timbangan badan, alat tensi, atau alat cek gula darah bagi penderita DM. Jangan menunggu kondisi kesehatan memburuk atau sudah parah baru mencari pengobatan," pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....