Pengamat Kesehatan Yusrawati Soroti Capaian Kinerja Bidan Lhokseumawe

  • 06 Mei 2026 22:53 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Pengamat kesehatan, Ns. Yusrawati, S.Kep, M.Kes, memberikan apresiasi tinggi terhadap prestasi tenaga kesehatan di Kota Lhokseumawe dalam menekan angka stunting. Saat berbicara di program Studio Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Rabu pagi 6 Mei 2026, ia menyebutkan bahwa penurunan prevalensi stunting yang signifikan adalah bukti nyata sinergi yang baik antara bidan dan profesi kesehatan lainnya. Menurutnya, bidan memiliki peran strategis di sepanjang siklus kehidupan reproduksi perempuan, mulai dari masa sebelum hamil hingga masa nifas.

Yusrawati menjelaskan bahwa peran bidan tidak hanya terbatas pada tindakan medis, tetapi juga pada aspek edukasi dan komunikasi budaya. Sebagai pendidik tenaga kesehatan, ia menekankan pentingnya kurikulum kewirausahaan (entrepreneurship) bagi calon bidan agar mereka dapat berdikari dalam membuka layanan mandiri yang inovatif. Selain itu, keterampilan komunikasi yang baik sangat diperlukan agar pesan-pesan kesehatan dapat diterima dengan mudah oleh masyarakat pedesaan tanpa menyinggung nilai-nilai lokal yang ada.

Terkait tantangan global, Yusrawati merujuk pada standar WHO yang menyatakan bahwa layanan bidan yang kompeten dapat menekan hingga 80 persen angka kematian ibu dan bayi. Di Lhokseumawe sendiri, capaian tersebut sudah menunjukkan tren positif, namun ia mengingatkan agar semua pihak tidak cepat berpuas diri. Penggunaan teknologi informasi dalam edukasi kesehatan juga menjadi poin penting yang harus dikuasai bidan di era digital agar jangkauan informasi mengenai kesehatan ibu dan anak semakin luas dan cepat.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh masyarakat Lhokseumawe untuk memanfaatkan fasilitas kesehatan yang telah tersedia secara optimal. Institusi pendidikan akan terus berkomitmen menghasilkan lulusan yang kompeten dan berintegritas untuk melayani masyarakat. Yusrawati menegaskan bahwa kesehatan adalah milik bersama, sehingga kerja sama antara organisasi profesi, instansi pendidikan, dan masyarakat sangat diperlukan untuk mencapai indikator kesehatan nasional yang lebih baik di masa yang akan datang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....