Bidan Nyanyak Meutia Paparkan Kontribusi Nyata Layanan Kebidanan

  • 06 Mei 2026 22:49 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Dalam rangka memperingati Hari Bidan Internasional, Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Cabang Kota Lhokseumawe, Bd. Nyanyak Meutia, S.Tr.Keb, hadir dalam program "Bincang Pagi" di Studio Pro 1 RRI Lhokseumawe, Rabu 6 Mei 2026. Dalam sesi dialog, Nyanyak Meutia menjelaskan bahwa bidan merupakan ujung tombak pelayanan kesehatan, terutama bagi masyarakat di tingkat desa melalui Pustu dan Poskesdes. Ia menekankan bahwa kehadiran bidan sangat krusial dalam mendampingi perjalanan kesehatan ibu dan anak secara berkelanjutan.

Nyanyak Meutia juga menyoroti peran penting Bidan Praktik Mandiri (BPM) atau yang dikenal sebagai Bidan Delima. Melalui wadah ini, para bidan memberikan pelayanan gratis untuk persalinan dan Keluarga Berencana (KB) guna membantu program pemerintah. Baru-baru ini, IBI juga sukses melaksanakan program imunisasi dan pelayanan KB jangka panjang secara serentak. Kontribusi ini merupakan upaya nyata organisasi profesi dalam mendukung pemerataan akses kesehatan bagi seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.

Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi bidan saat ini adalah rendahnya kesadaran masyarakat mengenai pentingnya imunisasi. Nyanyak Meutia mengungkapkan masih ada kekhawatiran orang tua terhadap efek samping ringan seperti demam, padahal vaksin sangat penting untuk mencegah wabah penyakit di masa depan. Ia mengimbau para ibu untuk rutin berkunjung ke bidan, Posyandu, atau Puskesmas guna melakukan skrining tumbuh kembang anak sejak dini agar risiko gangguan kesehatan dapat diminimalisir.

Di akhir dialog, ia berharap agar pemerintah terus memberikan dukungan penuh dan melibatkan IBI dalam setiap kebijakan terkait kesehatan ibu dan anak. Kolaborasi lintas sektor dianggap sebagai kunci keberhasilan dalam menurunkan angka kematian ibu dan bayi di Kota Lhokseumawe.

Melalui sinergi yang kuat antara bidan, masyarakat, dan pemerintah, diharapkan fondasi masa depan bangsa yang sehat dan berkualitas dapat terwujud demi terciptanya generasi emas yang bebas dari masalah kesehatan kronis.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....