Mitos Minum sebelum Tidur, Benarkah Berbahaya?
- 26 Apr 2026 13:10 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe -Minum sebelum tidur sering kali dianggap sebagai kebiasaan yang kurang baik. Tidak sedikit orang yang percaya bahwa minum di malam hari dapat mengganggu kesehatan, mulai dari menyebabkan gangguan tidur hingga merusak fungsi ginjal. Namun, jika ditelaah lebih dalam, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.
Menurut National Library of Medicine, Air terus menguap dari permukaan tubuh tidak hanya saat terjaga, tetapi juga saat tidur. Ini berarti bahwa 400–700 mL air menguap dari tubuh saat tidur di malam hari. Karena asupan cairan oral saat tidur tidak mungkin dilakukan secara alami, asupan air sebelum tidur dapat membantu mencegah dehidrasi di malam hari. Hasil survey National Library of Medicine juga menyebutkan mengonsumsi 280 mL air putih tepat sebelum tidur, dapat memperbaiki suasana hati di pagi hari.
Pada dasarnya, tubuh manusia tetap membutuhkan cairan sepanjang waktu, termasuk pada malam hari. Rasa haus yang muncul menjelang tidur adalah sinyal alami dari tubuh. Oleh karena itu, menahan diri untuk tidak minum sama sekali sebelum tidur justru bukan pilihan yang bijak.
Minum air putih dalam jumlah wajar sebelum tidur tidak berbahaya, bahkan dapat membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Namun disarankan minum air putih sekitar 1 sampai 2 jam sebelum tidur supaya tidur lebih berkualitas karena tidak harus terbangun untuk buang air kecil.
Jika seseorang mengonsumsi cairan dalam jumlah berlebihan, kemungkinan besar ia akan terbangun di tengah malam untuk buang air kecil. Kondisi ini tentu dapat mengganggu siklus tidur dan membuat tubuh tidak mendapatkan istirahat yang optimal. Dengan kata lain, yang menjadi persoalan bukanlah aktivitas minumnya, melainkan jumlah dan waktu konsumsinya.
Selain itu, jenis minuman yang dikonsumsi juga memegang peranan penting. Tidak semua minuman aman dikonsumsi sebelum tidur. Minuman berkafein seperti kopi dan teh, misalnya, dapat merangsang sistem saraf dan membuat seseorang sulit terlelap.
Demikian pula minuman tinggi gula atau alkohol yang dapat memengaruhi kualitas tidur serta metabolisme tubuh. Sebaliknya, minuman seperti air putih atau teh herbal tanpa kafein cenderung lebih aman dan bahkan dapat memberikan efek relaksasi.
Anggapan lain yang cukup populer adalah bahwa minum di malam hari dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Pandangan ini perlu diluruskan. Air putih tidak mengandung kalori, sehingga tidak akan berkontribusi pada penambahan berat badan. Kenaikan berat badan lebih berkaitan dengan asupan kalori berlebih.
Jika yang dikonsumsi adalah minuman manis atau berkalori tinggi, barulah ada kemungkinan dampak terhadap berat badan. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa minum sebelum tidur tidaklah berbahaya selama dilakukan dengan bijak. Memperhatikan jenis minuman, jumlah yang dikonsumsi, serta waktu minum menjadi kunci utama agar kebiasaan ini tidak berdampak negatif.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....