Pemuda Soroti Keberlanjutan JKA, Desak Solusi Bersama
- 10 Apr 2026 14:20 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Keberlanjutan program Jaminan Kesehatan Aceh (JKA) kembali menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Isu ini tak hanya dibahas di ruang-ruang formal, tetapi juga menjadi topik diskusi di warung kopi, sekolah, hingga kampus.
Tokoh pemuda, Rahmadi M. Ali, menilai polemik yang terjadi saat ini membutuhkan solusi konkret dari seluruh pihak terkait. Ia menegaskan bahwa pemerintah, DPR, dan stakeholder lainnya harus segera duduk bersama untuk mencari jalan keluar terbaik demi keberlanjutan program tersebut.
“Kalau terus saling menyalahkan dan mempertahankan argumen masing-masing, maka tidak akan pernah ada titik temu. Yang ada justru memperbesar potensi perpecahan, baik antara pemerintah dan DPR, maupun dengan masyarakat,” ujarnya.
Rahmadi menekankan bahwa langkah utama yang harus dilakukan adalah membangun komunikasi dan kesepahaman lintas pihak. Menurutnya, JKA merupakan program strategis yang menjadi salah satu kekhususan Aceh dalam pengelolaan layanan kesehatan, sehingga harus dijaga keberlanjutannya.
Di sisi lain, Ia juga menyoroti persoalan ketepatan sasaran penerima manfaat. Berdasarkan sejumlah kajian, masih ditemukan masyarakat dari kategori ekonomi mampu yang masuk dalam penerima JKA. Pihaknya berharap masyarakat yang sudah sejahtera dapat berkontribusi secara mandiri dalam pembiayaan layanan kesehatan.
“Kita berharap masyarakat yang sudah berada pada kategori mampu bisa membayar secara mandiri, sehingga program ini benar-benar menyasar mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Rahmadi juga menilai polemik yang berkembang di tengah masyarakat saat ini tidak terlepas dari persoalan validasi data. Kesalahan dalam penentuan desil dinilai menjadi pemicu munculnya ketidakpercayaan publik terhadap program tersebut.
Untuk itu, Ia mendorong pemerintah dan DPR segera membentuk tim khusus guna melakukan pendataan ulang secara akurat dan transparan. Dengan demikian, masyarakat prasejahtera tetap mendapatkan perlindungan melalui JKA dan JKN secara tepat sasaran.
Sebagai representasi generasi muda, Rahmadi berharap program JKA yang dinilai sangat mulia ini dapat terus dilanjutkan dengan perbaikan sistem yang lebih baik. Ia juga mengingatkan agar kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan tidak luntur akibat polemik yang terjadi.
“Kita tidak ingin masyarakat kembali ke kondisi sebelumnya. Kepercayaan terhadap layanan kesehatan harus tetap dijaga,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....