Makan Perlahan Berkaitan dengan Penurunan Risiko Obesitas
- 06 Apr 2026 12:17 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Kebiasaan makan secara perlahan dinilai dapat membantu mengurangi risiko obesitas. Selain membuat proses makan lebih nyaman, cara ini memberi waktu bagi tubuh untuk mengenali rasa kenyang sehingga asupan makanan dapat lebih terkontrol.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa kecepatan makan memiliki hubungan dengan peningkatan berat badan. Studi yang dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Frontiers in Nutrition menemukan bahwa individu yang makan lebih lambat cenderung memiliki risiko obesitas lebih rendah dibandingkan mereka yang makan cepat. Kebiasaan makan perlahan juga dikaitkan dengan pola makan yang lebih sehat dan konsumsi makanan yang lebih terkontrol.
Penelitian tersebut menjelaskan bahwa tubuh membutuhkan waktu untuk mengirimkan sinyal kenyang ke otak. Saat seseorang makan terlalu cepat, sinyal tersebut belum muncul, sehingga porsi makan menjadi lebih banyak tanpa disadari. Sebaliknya, makan secara perlahan memberi kesempatan bagi tubuh untuk merespons rasa kenyang lebih cepat.
Pendekatan ini sejalan dengan konsep mindful eating atau makan dengan kesadaran penuh. Dengan makan tanpa tergesa-gesa dan fokus pada makanan, seseorang dapat lebih memahami kebutuhan tubuhnya, apakah masih lapar atau sudah kenyang. Kebiasaan ini membantu mencegah konsumsi berlebih yang dapat meningkatkan risiko kegemukan.
Selain itu, makan perlahan juga mendorong seseorang lebih menikmati rasa, tekstur, dan aroma makanan. Hal ini tidak hanya berdampak pada pengendalian berat badan, tetapi juga membantu membentuk pola makan yang lebih sehat dan teratur.
Karena itu, membiasakan diri untuk makan dengan tempo lebih santai dapat menjadi langkah sederhana menjaga berat badan. Mengunyah makanan dengan baik, memberi jeda antar suapan, serta menghindari distraksi saat makan dapat membantu tubuh mengatur asupan energi secara lebih optimal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....