Kenali Gejala Kejang Demam pada Anak sejak Dini
- 31 Mar 2026 19:18 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kejang demam pada anak menjadi kondisi yang sering membuat orang tua panik, terutama saat terjadi secara tiba-tiba. Padahal, dengan mengenali gejala sejak dini, penanganan yang tepat dapat segera dilakukan untuk mencegah risiko yang lebih serius.
Kejang demam umumnya terjadi ketika suhu tubuh anak meningkat drastis, biasanya di atas 38 derajat Celsius. Kondisi ini paling sering dialami anak usia 6 bulan hingga 5 tahun. Meski terlihat mengkhawatirkan, kejang demam pada umumnya tidak berbahaya jika ditangani dengan benar.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain tubuh anak yang tiba-tiba kaku, disertai gerakan kejang pada tangan dan kaki. Mata anak juga bisa tampak melotot atau berputar ke atas, serta terkadang disertai hilangnya kesadaran untuk beberapa saat. Dalam beberapa kasus, anak juga dapat mengeluarkan air liur berlebih atau muntah.
Menurut Ikatan Dokter Anak Indonesia, kejang demam biasanya berlangsung singkat, sekitar beberapa detik hingga beberapa menit. Namun, orang tua tetap disarankan untuk tetap tenang dan tidak panik saat menghadapi kondisi ini.
Langkah pertama yang dapat dilakukan adalah meletakkan anak di tempat yang aman dengan posisi miring untuk mencegah tersedak. Hindari memasukkan benda apa pun ke dalam mulut anak, karena dapat berisiko melukai. Selain itu, longgarkan pakaian agar anak lebih nyaman dan bantu menurunkan suhu tubuh secara perlahan.
Setelah kejang berhenti, segera periksakan anak ke fasilitas kesehatan untuk memastikan kondisi lebih lanjut. Penanganan medis tetap diperlukan, terutama jika kejang berlangsung lama atau terjadi berulang.
Dengan pemahaman yang baik, orang tua diharapkan dapat lebih sigap dan tenang dalam menghadapi kejang demam. Mengenali gejala sejak dini menjadi langkah penting untuk menjaga keselamatan dan kesehatan anak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....