Mengapa Dianjurkan Berbuka Puasa dengan yang Manis?

  • 24 Feb 2026 21:06 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Saat waktu berbuka puasa tiba, banyak orang langsung mencari makanan atau minuman manis seperti kurma, teh manis, atau kolak. Ternyata, kebiasaan ini bukan hanya tradisi, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan yang didukung oleh ilmu medis dan anjuran agama.

Setelah menahan lapar dan haus selama lebih dari 12 jam, kadar gula darah dalam tubuh cenderung menurun. Mengonsumsi makanan manis saat berbuka membantu mengembalikan energi tubuh dengan cepat. Kandungan glukosa dalam makanan manis dapat diserap dengan cepat oleh tubuh sehingga membantu mengatasi rasa lemas, pusing, dan kelelahan setelah berpuasa.

Selain itu, makanan manis juga membantu tubuh mempersiapkan sistem pencernaan sebelum menerima makanan berat. Saat berbuka dengan makanan ringan dan manis, organ pencernaan akan “terbangun” secara perlahan sehingga risiko gangguan lambung dapat berkurang.

Dalam ajaran Islam, berbuka puasa dengan yang manis juga dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW yang menganjurkan berbuka dengan kurma. Kurma mengandung gula alami, serat, vitamin, dan mineral yang membantu memulihkan energi tubuh secara sehat dan bertahap.

Dari sisi kesehatan, para ahli gizi menyarankan konsumsi gula alami dibandingkan gula berlebihan dari makanan olahan. Pilihan seperti buah, kurma, atau minuman hangat manis alami dinilai lebih baik karena memberikan energi sekaligus nutrisi penting bagi tubuh.

Menurut rekomendasi kesehatan dari World Health Organization dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, tubuh membutuhkan asupan energi yang cukup setelah berpuasa, namun konsumsi gula tetap harus dibatasi dan tidak berlebihan. Keduanya menekankan pentingnya pola makan seimbang dengan mengutamakan gula alami dari buah serta menghindari konsumsi gula tinggi secara berlebihan yang dapat memicu masalah kesehatan.

Meski dianjurkan, tetap diingatkan untuk tidak berlebihan dalam mengonsumsi makanan manis saat berbuka. Konsumsi gula yang terlalu banyak justru dapat menyebabkan lonjakan gula darah secara drastis dan berdampak buruk bagi kesehatan.

Ternyata, berbuka puasa dengan yang manis bukan sekadar kebiasaan turun-temurun, tetapi juga memiliki manfaat ilmiah bagi tubuh, terutama untuk mengembalikan energi dan menyiapkan sistem pencernaan setelah seharian berpuasa.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....