Semprot Parfum di Leher Bisa Picu Gangguan Tiroid
- 01 Feb 2026 18:29 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Kebiasaan menyemprotkan parfum di area leher belakangan menjadi sorotan publik. Sejumlah pakar kesehatan mengingatkan bahwa praktik ini berpotensi membawa risiko tertentu, terutama karena leher merupakan area sensitif yang berdekatan langsung dengan kelenjar tiroid.
Seorang ahli nutrisi, Manpreet Kalra, menjelaskan bahwa banyak produk wewangian komersial mengandung bahan kimia sintetis seperti ftalat, paraben, dan musk buatan. Zat-zat tersebut dikenal sebagai endocrine disrupting chemicals (EDC), yakni senyawa yang dapat mengganggu sistem hormon bila tubuh terpapar secara berulang dalam jangka panjang.
Menurut laporan media internasional, kulit leher yang relatif tipis membuat penyerapan zat kimia bisa terjadi lebih cepat. Jika parfum disemprotkan langsung di area ini, kandungannya berisiko masuk ke aliran darah dan berpotensi memengaruhi keseimbangan hormon. Paparan berkepanjangan disebut dapat meningkatkan kemungkinan munculnya gangguan tiroid, masalah metabolisme, hingga ketidakseimbangan hormonal.
Selain isu hormon, penggunaan parfum sintetis di leher juga dikaitkan dengan efek samping lain, mulai dari iritasi kulit, kemerahan, reaksi alergi, hingga fotosensitivitas. Beberapa bahan aroma tertentu bahkan dapat membuat kulit lebih peka terhadap sinar matahari, sehingga berisiko memicu flek gelap dan mempercepat penuaan kulit.
Meski demikian, para ahli menegaskan bahwa menyemprot parfum di leher tidak otomatis menyebabkan penyakit tiroid. Risiko lebih dipengaruhi oleh frekuensi pemakaian, lamanya paparan, serta jenis kandungan dalam produk yang digunakan. Untuk mengurangi potensi dampak, masyarakat disarankan menghindari penyemprotan langsung di leher, memilih titik tubuh dengan kulit lebih tebal, atau mengaplikasikan parfum pada pakaian.
Sebagai langkah pencegahan tambahan, konsumen juga dianjurkan lebih cermat memilih produk wewangian, misalnya dengan mempertimbangkan parfum berbahan lebih alami dan minim zat sintetis. Kesadaran dalam cara penggunaan serta selektivitas terhadap produk diyakini menjadi kunci penting untuk menjaga kesehatan jangka panjang tanpa harus sepenuhnya meninggalkan kebiasaan memakai parfum.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....