Mengenal Angin Duduk, Nyeri Dada Tak Pernah Nyaman

  • 22 Jan 2026 10:52 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Penyakit jantung tak lagi identik dengan usia lanjut. Angin duduk atau angina pectoris kini mulai mengintai GenZ dan pekerja muda, seiring perubahan gaya hidup yang serba cepat. Kondisi ini ditandai nyeri dada yang membuat penderitanya sulit merasa nyaman, bahkan saat melakukan aktivitas ringan.

dr. Rivana Ameliya menjelaskan angin duduk terjadi akibat berkurangnya aliran darah ke otot jantung. “Nyeri dada bisa terasa seperti ditekan, berat, atau panas, dan sering muncul saat stres, kelelahan, atau aktivitas fisik” ujarnya saat dikonfirmasi RRI pada Rabu, 21/01/26.

Menurut dr. Rivana, pola hidup anak muda saat ini berperan besar dalam meningkatnya risiko angin duduk. Kebiasaan begadang, konsumsi kopi berlebihan, jarang olahraga, merokok, serta tekanan kerja yang tinggi menjadi pemicu utama. “Banyak pekerja muda mengabaikan sinyal tubuh karena mengira masih usia produktif dan sehat,” katanya.

Angin duduk membuat penderitanya tidak pernah benar-benar merasa nyaman. Aktivitas sehari-hari seperti berjalan cepat, naik tangga, atau dikejar deadline kerja dapat memicu nyeri dada, sesak napas, hingga keringat dingin. Jika dibiarkan, kondisi ini berisiko berkembang menjadi serangan jantung.

Dokter mengimbau GenZ dan pekerja muda untuk lebih peduli pada kesehatan jantung sejak dini. “Jangan anggap nyeri dada sebagai masuk angin biasa. Segera periksa jika keluhan sering berulang,” tegas dr. Rivana. Ia juga menyarankan penerapan gaya hidup sehat, manajemen stres, olahraga teratur, dan pola makan seimbang sebagai langkah pencegahan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....