Kenali Diabetes Insipidus, Bukan Karena Gula Darah

  • 20 Jun 2025 15:52 WIB
  •  Lhokseumawe

KBRN, Lhokseumawe : Saat mendengar istilah "diabetes", kebanyakan orang langsung berpikir tentang penyakit yang berhubungan dengan kelebihan gula darah—yakni diabetes melitus. Namun, ada satu kondisi langka bernama diabetes insipidus yang ternyata tidak ada hubungannya sama sekali dengan kadar gula dalam tubuh. Penyakit ini berhubungan dengan ketidakseimbangan cairan dan hormon antidiuretik.

Diabetes insipidus terjadi saat tubuh tidak bisa mengatur jumlah air dengan baik. Hormon vasopresin yang seharusnya mengontrol jumlah urin tidak bekerja sebagaimana mestinya. Akibatnya, penderita buang air kecil secara berlebihan dan merasa sangat haus terus-menerus. Ini terjadi karena kerusakan pada otak (hipotalamus atau kelenjar pituitari) atau bagian ginjal tertentu.

Terdapat beberapa jenis dari kondisi ini, seperti diabetes insipidus sentral akibat gangguan produksi hormon di otak, nefrogenik karena kerusakan ginjal, gestasional yang muncul sementara selama kehamilan, dan polidipsia primer yang dipicu oleh konsumsi air berlebihan atau gangguan psikologis.

Gejala utama dari diabetes insipidus antara lain sering buang air kecil dalam jumlah besar, merasa haus terus, ingin minum air dingin, hingga sering terbangun di malam hari untuk ke kamar mandi. Dalam kasus yang parah, penderita dapat mengeluarkan hingga 19 liter urin per hari, jauh lebih banyak dibandingkan orang normal.

Penanganan kondisi ini tergantung jenisnya. Untuk diabetes insipidus sentral, biasanya diberikan hormon sintetis yang bekerja seperti vasopresin. Sedangkan pada jenis nefrogenik, pengobatannya mencakup pengaturan asupan cairan dan menghentikan obat pemicu. Beberapa jenis diabetes insipidus juga bisa diwariskan secara genetik, terutama pada laki-laki, sehingga penting untuk deteksi dini jika ada riwayat dalam keluarga.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....