Kosmetik dengan Paraben: Aman atau Harus Dihindari?
- 27 Jan 2025 08:01 WIB
- Lhokseumawe
KBRN,Lhokseumawe : Paraben sering banget jadi bahan obrolan di dunia kecantikan. Banyak yang bilang bahan ini bahaya buat kesehatan, bahkan bisa memicu kanker. Tapi, sebelum buru-buru panik dan buang semua produk kosmetikmu, yuk kita bahas fakta soal paraben ini dengan santai!
Jadi, paraben itu sebenarnya pengawet yang tugasnya melindungi kosmetik dari bakteri dan jamur. Tanpa paraben, produk kecantikan kesayanganmu bisa gampang rusak dan bahaya kalau dipakai. Jenis paraben yang sering nongkrong di produk kosmetik ada methylparaben, ethylparaben, sampai propylparaben. Sayangnya, meski fungsinya penting, ada orang yang kulitnya sensitif banget sama paraben. Reaksi alerginya bisa mulai dari gatal-gatal, ruam merah, sampai kulit jadi kering.
Terus, soal isu kanker gimana? Nah, ini nih yang sering bikin salah paham. Tahun 2004, ada penelitian yang nemuin jejak paraben di tumor payudara. Ini bikin banyak orang takut paraben adalah biang keroknya. Tapi, faktanya penelitian ini nggak pernah bilang paraben itu penyebab kanker. Malah, paraben dikenal gampang banget dikeluarin tubuh lewat urine, jadi nggak numpuk di badan.
Sampai sekarang, lembaga kesehatan dunia kayak FDA dan BPOM bilang paraben masih aman selama digunakan dalam batas wajar. Bahkan, Cosmetic Ingredient Review udah ngasih lampu hijau buat paraben sejak lama. Tapi kalau kamu punya kulit sensitif atau ragu, mending cari produk yang paraben-free aja biar lebih tenang.
Menurut dr. Dian Puspita, Sp.KK, artikel ini memberikan penjelasan yang mudah dipahami tentang paraben tanpa menimbulkan rasa takut yang berlebihan. "Informasi seperti ini penting agar masyarakat tidak langsung termakan isu tanpa dasar ilmiah yang jelas. Selama digunakan sesuai aturan, paraben sebenarnya aman, tapi memilih produk paraben-free juga pilihan yang baik, terutama untuk mereka yang punya kulit sensitif," ujarnya.
Intinya, nggak perlu langsung takut sama paraben. Selalu cek komposisi produk yang kamu pakai, tes dulu di kulit, dan kalau ada reaksi nggak enak, langsung stop pemakaian. Konsultasi sama dokter juga penting kalau kamu masih ragu.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....