Mengenal PCOS Belly, Tandanya Atasi Risikonya
- 14 Jan 2025 08:27 WIB
- Lhokseumawe
KBRN,Lhokseumawe : PCOS belly adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan penumpukan lemak di area perut yang sering dialami perempuan dengan Polycystic Ovary Syndrome (PCOS). Kondisi ini biasanya ditandai dengan perut yang terlihat besar atau kembung, serta terasa keras saat disentuh. Selain itu, bentuk tubuh dengan rasio pinggang-pinggul yang tinggi (>0,87) sering menjadi ciri khas, sehingga memberikan tampilan tubuh menyerupai bentuk apel. Hal ini terjadi karena ketidakseimbangan hormon androgen yang lebih tinggi dari normal, yang merupakan salah satu efek dari PCOS.
Penumpukan lemak di area perut pada PCOS belly berbeda dengan lemak biasa. dr Rivana Amelia mengatakan, Lemak visceral yang terkumpul di sekitar organ-organ dalam seperti hati, pankreas, dan usus bersifat aktif secara metabolik. Lemak ini melepaskan senyawa inflamasi berbahaya yang dapat mengganggu keseimbangan hormon dan memicu peradangan kronis. Dampaknya tidak main-main, mulai dari meningkatnya risiko diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga beberapa jenis kanker.
PCOS belly tidak hanya disebabkan oleh hormon androgen yang berlebih, tetapi juga karena resistensi insulin. Perempuan dengan PCOS sering kali mengalami kesulitan menggunakan insulin secara efektif, sehingga kadar gula darah meningkat. dr Reva menambahkan "Akibatnya, tubuh menyimpan kelebihan gula ini dalam bentuk lemak di area perut. Resistensi insulin ini juga memperburuk ketidakseimbangan hormon, menciptakan lingkaran masalah yang sulit diatasi tanpa penanganan medis yang tepat" tambahnya.
Selain resistensi insulin, peradangan kronis tingkat rendah juga berkontribusi pada PCOS belly. Peradangan ini mempercepat akumulasi lemak visceral dan merusak fungsi metabolisme tubuh. Kombinasi antara kadar hormon yang tidak stabil, resistensi insulin, dan peradangan kronis menciptakan risiko kesehatan yang serius, seperti stroke dan infertilitas. PCOS belly bukan sekadar masalah berat badan, tetapi juga tanda adanya gangguan kesehatan yang memerlukan perhatian lebih.
Banyak perempuan dengan PCOS merasa kesulitan mengatasi PCOS belly karena perubahan gaya hidup saja sering tidak cukup. “Saya pernah mencoba berbagai diet dan olahraga, tetapi perut saya tetap terlihat besar dan keras,” ujar Nita, seorang perempuan berusia 30 tahun yang didiagnosis PCOS dua tahun lalu. Pengelolaan PCOS belly memang membutuhkan pendekatan holistik, termasuk perawatan medis untuk menyeimbangkan hormon dan mengontrol kadar insulin.
dr. Reva juga menjelaskan, "Penting untuk mengenali tanda-tanda PCOS belly sejak dini agar dapat mencegah komplikasi yang lebih serius. Jika kondisi ini tidak ditangani, risiko kesehatan seperti diabetes, penyakit jantung, dan gangguan kesuburan dapat meningkat. Dengan perawatan yang tepat, seperti diet rendah indeks glikemik, olahraga teratur, dan terapi hormon sesuai rekomendasi dokter, PCOS belly dapat dikelola dengan lebih baik" jelasnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....