Sekilas Tentang Air Keras
- 26 Okt 2024 22:08 WIB
- Lhokseumawe
KBRN, Lhokseumawe : Dijelaskan dalam Wikipedia, Air keras atau air api adalah zat cair yang mudah menyala seperti asam nitrat, dalam istilah dalam Bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa Nusantara lainnya, air keras atau air api juga mengacu pada benda berupa larutan asam kuat yang cukup pekat.
Mengapa yang sering di sebut Air Keras berbahaya ? Air keras merupakan larutan asam kuat yang pekat, seperti yang sudah di sebutkan di atas, dan Air keras ini terdiri dari beberapa jenis, misalnya asam sulfat atau H2SO4, asam klorida atau HCL, dan asam fosfat H3PO4.
Perlu kita ketahui bersama, bahwa pada dasarnya, semua jenis air keras bisa menyebabkan luka bakar. Saat kita tak sengaja menyentuh air keras, misalnya, kulit tangan kita tentu akan terbakar.
Yang lebih berbahaya lagi, bahkan saat kita tak sengaja menghirupnya, hal tersebut akan menyebabkan erosi gigi dan iritasi saluran pernapasan.
Jangan sesekali meletakkan air keras pada tempat yang mudah di jangkau, karena mau tidak mau apabila tidak sengaja meminum air keras juga dapat membakar mulut dan tenggorokan bahkan mengakibatkan lubang di perut. Sungguh bahaya bukan ?
Apabila bagian mata yang terkena, efeknya adalah luka bakar, mata bengkak, nyeri, dan penglihatan kabur. Yang lebih parahnya lagi, kita juga bisa mengalami kebutaan saat mata kita terpapar larutan air keras yang cukup banyak. Salah satu jenis air keras, yaitu asam klorida, sangat mudah ditemukan di toko-toko.
Apabila ada kerabat yang terkena dampak dari air keras, sebaiknya segera bawa ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan segera dan tatalaksana yang tepat. Untuk penanganan awal berikan banyak minum air putih, atau minum susu sebelum ke fasilitas kesehatan yang terdekat. Jika setelah kejadian tidak dibawa ke rumah sakit tergantung kondisinya apakah parah atau tidak jenis yang terminum dan jumlahnya. Untuk penanganan kasus sebaiknya langsung ditangani oleh dokter yang bertugas pada bagian rawat darurat atau jika setelahnya dibutuhkan pemantauan dan perawatan akan ditangani oleh dokter spesialis penyakit dalam. Melihat dampak bahaya yang dapat ditimbulkan sebaiknya segera dibawa untuk mendapat penanganan yang sesuai kondisi pasien. Untuk mengetahui kondisi pasien pun mungkin diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....