Guru Dituntut Lawan Distraksi Digital dan Jadi Teladan Siswa

  • 06 Okt 2026 08:20 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Aceh Utara — Perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan atau AI tidak boleh membuat guru kehilangan peran sebagai pembentuk karakter dan arah masa depan peserta didik.

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara, Zulfikar, S.Pd., M.Pd., menilai Hari Guru Sedunia harus menjadi momentum untuk mengevaluasi kembali peran guru di tengah perubahan teknologi dan dunia kerja yang berlangsung cepat. Senin, 5 Oktober 2026.

Menurut Zulfikar, guru saat ini tidak cukup hanya menguasai materi pelajaran. Guru harus mampu menjadi fasilitator pembelajaran sepanjang hayat, pembimbing, sekaligus kurator informasi bagi siswa.

Kepala SMA Negeri 1 Matangkuli, Aceh Utara, Zulfikar, S.Pd., M.Pd.

Ia menyebut salah satu tantangan terbesar pendidikan saat ini adalah distraksi digital yang menggerus fokus dan daya kritis siswa.

Arus informasi yang melimpah melalui media sosial, menurutnya, membuat siswa semakin terbiasa dengan sesuatu yang serba cepat. Kondisi itu menuntut guru menghadirkan pembelajaran yang relevan, menarik, sekaligus mampu membangun kemampuan berpikir kritis.

“Guru tidak lagi menjadi satu-satunya sumber ilmu pengetahuan. Tantangannya adalah bagaimana menjadi kurator informasi dan pembimbing yang mampu mengajarkan siswa memilah ilmu yang benar dan bermanfaat,” ujar Zulfikar.

Ia menegaskan, secanggih apa pun teknologi, AI, maupun kurikulum yang diterapkan, sentuhan manusia, empati, dan keteladanan guru tidak dapat digantikan mesin.

Untuk membentuk karakter siswa, SMA Negeri 1 Matangkuli mendorong pendidikan berbasis keteladanan. Guru dituntut menjadi contoh dalam kedisiplinan, tutur kata, empati, dan perilaku sehari-hari.

Selain itu, pembelajaran berbasis proyek atau project-based learning diperkuat untuk melatih gotong royong, kejujuran, tanggung jawab, serta kemampuan siswa menyelesaikan persoalan nyata.

Penguatan budaya sekolah juga dilakukan melalui pembiasaan ibadah, salam, etika digital, serta penghargaan terhadap proses belajar dan perubahan sikap siswa, bukan hanya pencapaian nilai akademik.

Zulfikar berharap guru terus meningkatkan kompetensi dan menjaga dedikasi, sementara orang tua menjadi mitra sekolah dalam membangun karakter anak sejak dari rumah.

Ia juga meminta pemerintah menghadirkan kebijakan pendidikan yang konsisten dan berjangka panjang, termasuk memperkuat kesejahteraan guru, pemerataan sarana digital, serta pelatihan yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja dan industri.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....