Teknik Kimia PNL Siapkan Lulusan Hadapi Industri Berkelanjutan
- 22 Sep 2026 08:26 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Dunia industri terus bergerak menuju proses yang lebih efisien, aman, dan ramah lingkungan. Perubahan tersebut menuntut lulusan Teknik Kimia tidak hanya menguasai teori dan teknologi, tetapi juga mampu beradaptasi, memahami keselamatan kerja, serta membaca kebutuhan industri masa depan.
Pesan itu mengemuka dalam Kuliah Umum Jurusan Teknik Kimia Politeknik Negeri Lhokseumawe (PNL) bertema “Transformasi Industri Proses Menuju Industri Berkelanjutan: Tantangan dan Peluang Lulusan Teknik Kimia di Sektor Pupuk dan Pertambangan”, yang digelar Senin , 21 Sepember 2026, di Ruang Theater Lantai V Gedung TDC PNL.
Sebanyak 120 mahasiswa mengikuti kegiatan yang menghadirkan Komisaris PT Kimia Tambang Bersama Aprianto dan Assistant Vice President Rendal Produksi Amurea PT Pupuk Iskandar Muda (PIM), Ir. Abdullah, S.ST., M.T., sebagai narasumber. Diskusi dimoderatori Marlina, S.Ag., M.Ed.Work.
Direktur PNL, Assoc. Prof. Dr. Ir. Rizal Syahyadi, S.T., M.Eng.Sc., IPM., ASEAN Eng., APEC Eng., mengatakan transformasi industri harus mulai dipahami mahasiswa sejak berada di bangku kuliah.

Menurutnya, pendidikan vokasi memiliki posisi strategis karena lulusan dipersiapkan untuk terhubung langsung dengan kebutuhan dunia kerja. Karena itu, mahasiswa Teknik Kimia perlu memiliki kemampuan teknis sekaligus karakter dan keterampilan pendukung.
“Mahasiswa harus adaptif, berani think out of the box, dan mampu membaca tanda-tanda perubahan industri,” ujarnya.
Rizal juga melihat Aceh memiliki potensi pengembangan sektor pertambangan yang dapat membuka peluang baru bagi tenaga profesional sekaligus mendorong kebutuhan terhadap program pendidikan yang mampu menopang ekosistem industri tersebut.
“Aceh ke depan berpeluang menuju fase perkembangan industri seperti yang pernah dialami Kalimantan beberapa dekade sebelumnya. Karena itu, program studi yang mampu mendukung industri pertambangan akan semakin dibutuhkan,” katanya.
Di sektor pupuk, kebutuhan terhadap sumber daya manusia juga dinilai tetap terbuka. Industri pupuk memiliki keterkaitan dengan pertanian, perkebunan, pangan, hingga berbagai mata rantai industri lainnya.
Namun, menurut Rizal, kesiapan memasuki dunia industri tidak berhenti pada kemampuan akademik. Kedisiplinan, komunikasi, kerja sama, keselamatan kerja, hingga kondisi kesehatan juga perlu menjadi perhatian mahasiswa.
Ia mengingatkan, proses rekrutmen industri tidak hanya menilai kemampuan teknis. Medical check-up (MCU) menjadi salah satu tahapan yang dapat menentukan kelanjutan proses seleksi.
Karena itu, mahasiswa didorong mulai menerapkan pola hidup sehat sejak masa kuliah sebagai bagian dari persiapan memasuki dunia profesional.
Jembatan Kampus dan Dunia Industri
Ketua Jurusan Teknik Kimia PNL, Dr. Ir. Irwan, M.T., mengatakan kuliah umum menjadi agenda rutin yang dirancang untuk mempertemukan pengetahuan akademik dengan perkembangan nyata di dunia industri.
Menurutnya, mahasiswa perlu mengetahui secara langsung bagaimana perubahan teknologi, tuntutan keselamatan, efisiensi proses, hingga isu keberlanjutan memengaruhi kebutuhan tenaga kerja.
“Mahasiswa perlu mendapatkan gambaran secara utuh tentang apa yang dibutuhkan industri. Bukan hanya hard skill, tetapi juga soft skill dan safety. Ketika mereka lulus, mereka sudah memahami standar profesional yang akan dihadapi di dunia kerja,” katanya.
Jurusan Teknik Kimia PNL juga tengah merencanakan pembukaan Program Sarjana Terapan Teknologi Rekayasa Kimia Berkelanjutan.
Program tersebut diarahkan untuk memperkuat peran pendidikan vokasi dalam menjawab perubahan industri yang semakin mengintegrasikan teknologi, efisiensi, keselamatan, dan keberlanjutan.
Sementara itu, Ketua Panitia Aida Safitri, S.Tr.T., M.T., mengatakan kuliah umum diikuti 120 peserta dan menjadi ruang bagi mahasiswa untuk memperluas wawasan mengenai kondisi riil industri, khususnya sektor pupuk dan pertambangan.
“Melalui kegiatan ini, mahasiswa dapat menghubungkan ilmu yang dipelajari selama perkuliahan dengan praktik dan dinamika yang terjadi di industri,” ujarnya.
Kegiatan turut dirangkaikan dengan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) sebagai bagian dari penguatan implementasi kerja sama antara PNL dan mitra industri.
Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Direktur Bidang Akademik dan Sistem Informasi PNL Dr. (C) Muhammad Arhami, S.Si., M.Kom., para ketua jurusan di lingkungan PNL, Koordinator Humas dan Kerja Sama PNL Dr. (C) Ir. Muhammad Hatta, S.ST., M.T., serta dosen dan tenaga kependidikan Jurusan Teknik Kimia.
Kuliah umum tersebut menjadi pengingat bahwa lulusan Teknik Kimia masa depan tidak cukup hanya mampu memahami proses produksi. Mereka juga dituntut mampu mengikuti perkembangan teknologi, menjaga keselamatan kerja, beradaptasi dengan perubahan, dan menjadikan keberlanjutan sebagai bagian dari kompetensi profesional.Angle: PNL membekali mahasiswa Teknik Kimia dengan kompetensi teknis, soft skill, keselamatan, dan wawasan keberlanjutan untuk menghadapi transformasi industri pupuk dan pertambangan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....