Dampak dan Pencegahan Karhutlah Bagi Masyarakat

  • 18 Sep 2026 15:46 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Kebakaran hutan dan lahan atau karhutla bukan sekadar masalah lingkungan, melainkan ancaman langsung bagi kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan seluruh masyarakat. Asap yang dihasilkan mengandung partikel halus berbahaya yang dapat menembus saluran pernapasan, memicu batuk, iritasi mata, sesak napas, hingga memperburuk penyakit asma dan gangguan pernapasan lainnya. Kelompok paling rentan antara lain anak-anak, lansia, ibu hamil, serta penderita penyakit jantung dan paru-paru.

Dampak karhutla tidak berhenti pada masalah kesehatan semata. Kabut asap menurunkan jarak pandang sehingga mengganggu transportasi darat, laut, maupun udara, serta menghambat aktivitas sekolah dan pekerjaan sehari-hari. Kerusakan hutan juga memicu hilangnya habitat satwa, menurunkan kesuburan tanah, dan meningkatkan risiko bencana seperti banjir serta kekeringan. Secara ekonomi, kerugian akibat kerusakan lahan pertanian, penurunan hasil panen, dan biaya penanganan asap mencapai angka yang sangat besar.

Pencegahan adalah langkah paling efektif dan utama yang dapat dilakukan seluruh warga. Hal paling mendasar adalah **tidak membuka lahan dengan cara dibakar**, baik untuk keperluan pertanian, perkebunan, maupun pembukaan lahan baru. Masyarakat juga dilarang membuang puntung rokok sembarangan, tidak membakar sampah di area yang kering dan mudah terbakar, serta menjaga kebersihan sekitar pemukiman agar tidak menumpuk bahan yang mudah menyala.

Langkah sederhana namun penting lainnya adalah membuat sekat bakar di sekitar lahan milik untuk menghambat penjalaran api jika terjadi kebakaran di sekitarnya. Apabila melihat adanya titik api atau asap, segera laporkan kepada aparat gampong, petugas pemadam, atau BPBD setempat sebelum api meluas dan sulit dikendalikan. Semakin cepat dilaporkan, semakin mudah dipadamkan. Saat kualitas udara menurun akibat asap, gunakan masker, kurangi aktivitas di luar ruangan, perbanyak minum air putih, dan tutup pintu serta jendela rumah.

Kesadaran dan kepatuhan seluruh warga menjadi kunci utama menjaga lingkungan dari ancaman karhutla. Tidak ada pihak lain yang lebih merasakan dampak buruk kebakaran lahan selain masyarakat sendiri, sehingga pencegahan harus dimulai dari setiap rumah dan setiap individu. Mari jaga hutan dan lahan kita agar tetap lestari, demi kesehatan keluarga, kelangsungan hidup lingkungan, serta masa depan generasi mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....