Fadhillah Orang Berilmu dan Menuntut Ilmu, Jalan Menjaga Diri dari Fitnah Dunia
- 16 Sep 2026 08:23 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe-Fadhillah orang-orang yang berilmu dan mereka yang senantiasa menuntut ilmu memiliki kedudukan yang mulia dalam Islam. Ilmu yang dipelajari dengan niat karena Allah SWT bukan sekadar menambah pengetahuan, tetapi juga dapat menjadi sarana membersihkan hati dan memperbaiki kehidupan. Sebagaimana hujan yang turun lalu menumbuhkan tanaman, ilmu yang bermanfaat diharapkan dapat menghidupkan hati dan menumbuhkan amal kebaikan dalam diri seorang Muslim.
Ustad Nazli Hasan dalam tausiyah Selasa malam, 15 Agustus 2026, ba'da Maghrib di masjid Baiturrahman kota Lhokseumawe, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW bersabda tentang keadaan dunia: “Dunia itu terlaknat, dan terlaknat pula apa yang ada di dalamnya, kecuali dzikir kepada Allah, orang yang mengikutinya, orang berilmu, dan orang yang belajar.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini mengingatkan bahwa kemuliaan seseorang tidak semata-mata diukur dari kesenangan dan pencapaian duniawi, tetapi dari kedekatannya kepada Allah, ilmu yang bermanfaat, serta usaha untuk terus belajar dan mengamalkannya.
Dalam penjelasan Fadhillah, terdapat empat golongan yang disebut dalam hadis tersebut sebagai pengecualian dari laknat dunia, yaitu orang-orang yang selalu mengingat Allah, orang-orang yang taat kepada Allah sebagai buah dari dzikirnya, orang-orang yang berilmu, serta orang-orang yang menuntut ilmu. Orang berilmu dengan pemahaman agama yang dimilikinya dapat menjaga diri dari perkara yang dilarang, mengetahui batas antara halal dan haram, serta menjadikan ilmu sebagai pedoman dalam menjalani kehidupan.
Keutamaan ilmu juga ditegaskan dalam Al-Qur’an. Allah SWT berfirman dalam QS. Az-Zumar ayat 9, yang artinya: “Katakanlah, apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa ilmu memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Karena itu, menuntut ilmu hendaknya menjadi perjalanan yang terus dilakukan, bukan hanya untuk memperoleh gelar atau pengakuan, tetapi untuk mengenal Allah, memperbaiki hati, menjaga diri, dan menghadirkan amal yang bermanfaat bagi sesama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....